Bolehkah Penderita Diabetes Minum Air Kelapa? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Air kelapa untuk penderita diabetes.
Air kelapa untuk penderita diabetes.

Jakarta – Penderita diabetes perlu lebih cermat dalam memilih makanan dan minuman sehari-hari, termasuk saat ingin menikmati air kelapa. Minuman alami ini dikenal efektif membantu mengganti cairan tubuh, sehingga kerap dikonsumsi setelah berolahraga atau beraktivitas berat.

Di pasaran, air kelapa kini banyak tersedia dalam bentuk kemasan. Namun, sebagian besar produk tersebut telah diberi tambahan gula. Bagi penderita diabetes, pilihan yang lebih aman tentu air kelapa murni tanpa pemanis. Meski demikian, karena tetap mengandung gula alami, muncul pertanyaan: apakah air kelapa murni benar-benar aman dikonsumsi?

Kandungan Gizi Air Kelapa

Untuk menjawabnya, penting memahami komposisi gizi air kelapa. Berdasarkan data dari Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam 100 gram air kelapa muda terkandung:

Energi: 17 kkal

Protein: 0,2 gram

Lemak: 0,1 gram

Karbohidrat: 3,8 gram

Air: 95,5 gram

Vitamin C: 1 mg

Kalium: 149 mg

Kalsium: 15 mg

Fosfor: 8 mg

Natrium: 1 mg

Zat besi: 0,2 mg

Seng: 0,1 mg

Tembaga: 0,04 mg

Selain kandungan gizi, faktor lain yang penting diperhatikan adalah indeks glikemik (IG), yaitu ukuran seberapa cepat suatu makanan atau minuman meningkatkan kadar gula darah dibandingkan glukosa murni. Ada pula beban glikemik (glycemic load) yang mempertimbangkan pengaruh porsi terhadap gula darah.

Mengacu pada WebMD, air kelapa murni tanpa tambahan gula memiliki indeks glikemik sekitar 3, yang termasuk sangat rendah. Beban glikemiknya pun mendekati nol. Artinya, air kelapa tidak memicu lonjakan gula darah secara signifikan.

Aman atau Tidak untuk Diabetes?

Healthline menyebutkan bahwa riset terkait air kelapa dan diabetes pada manusia masih terbatas. Namun, sejumlah studi pada hewan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dalam salah satu penelitian, tikus yang diinduksi diabetes lalu diberi air kelapa tua selama 45 hari menunjukkan perbaikan pada kadar gula darah, hemoglobin A1C, serta penurunan stres oksidatif dibandingkan kelompok kontrol.

Efek tersebut dikaitkan dengan kandungan kalium, magnesium, mangan, vitamin C, dan L-arginin dalam air kelapa, yang berperan meningkatkan sensitivitas insulin.

Dengan demikian, meskipun mengandung gula alami, air kelapa murni tetap menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan minuman manis lainnya. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi, idealnya 1–2 gelas per hari atau sekitar 240–480 ml.

Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB, Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, juga menyarankan penderita diabetes cukup mengonsumsi satu gelas air kelapa dalam sehari. Pasalnya, dalam 250 ml air kelapa terkandung sekitar 10 gram gula.

Meski bisa diminum kapan saja, Dr. Karina menilai waktu terbaik mengonsumsi air kelapa adalah setelah berolahraga atau beraktivitas fisik, terutama jika tujuannya untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.(BY)