Jakarta – Selama masa kehamilan, tubuh ibu mengalami banyak perubahan yang berpengaruh langsung pada tumbuh kembang janin. Karena itu, pemilihan makanan tidak boleh sembarangan. Asupan yang tepat membantu menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung perkembangan bayi di dalam kandungan.
Tidak semua jenis makanan aman dikonsumsi saat hamil. Ada beberapa pantangan yang perlu diperhatikan karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, baik bagi ibu maupun janin. Lalu, makanan apa saja yang sebaiknya dihindari ibu hamil?
1. Ikan dengan kandungan merkuri tinggi
Merkuri merupakan zat beracun yang umumnya ditemukan di perairan tercemar. Jika masuk ke dalam tubuh dalam jumlah besar, zat ini dapat merusak sistem saraf, kekebalan tubuh, hingga ginjal.
Pada janin, paparan merkuri berisiko menghambat perkembangan otak dan sistem saraf. Oleh sebab itu, ibu hamil disarankan menjauhi ikan laut berukuran besar yang dikenal memiliki kadar merkuri tinggi, seperti hiu, ikan todak, marlin, tuna tertentu, tenggiri papan, tilefish, dan orange roughy.
2. Makanan olahan
Makanan instan atau olahan pabrik umumnya tinggi kalori, gula, dan lemak tambahan, namun rendah zat gizi penting. Jika dikonsumsi berlebihan, jenis makanan ini dapat memicu kenaikan berat badan yang tidak sehat selama kehamilan.
Padahal, ibu hamil membutuhkan nutrisi seperti protein, zat besi, folat, dan kolin untuk menunjang pertumbuhan janin. Karena itu, sebaiknya batasi makanan olahan dan perbanyak konsumsi sayur, buah, karbohidrat berserat, serta lemak sehat.
3. Buah dan sayur yang tidak dicuci bersih
Buah dan sayuran yang tidak dibersihkan dengan benar berpotensi membawa bakteri dan parasit berbahaya, seperti E. coli, Salmonella, Listeria, dan Toxoplasma.
Parasit Toxoplasma misalnya, dapat menular ke janin melalui plasenta dan menyebabkan gangguan penglihatan hingga kesulitan belajar di kemudian hari. Untuk mencegah risiko ini, pastikan semua buah dan sayur dicuci dengan air bersih, dikupas, atau dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi.
4. Produk susu yang tidak dipasteurisasi
Susu mentah dan produk turunannya yang belum melalui proses pasteurisasi berisiko mengandung bakteri berbahaya, seperti Listeria, Salmonella, E. coli, dan Campylobacter.
Infeksi akibat bakteri tersebut dapat menyebabkan keracunan makanan yang serius dan sangat berbahaya bagi janin, bahkan berpotensi fatal. Oleh karena itu, pilihlah produk susu yang jelas berlabel pasteurisasi.
5. Daging mentah atau kurang matang
Daging sapi, ayam, maupun seafood yang dimasak setengah matang bisa menjadi sarang bakteri dan parasit, termasuk Salmonella dan Toxoplasma.
Agar aman, daging harus dimasak hingga benar-benar matang. Suhu minimal yang dianjurkan adalah sekitar 62 derajat Celsius untuk potongan daging utuh, 71 derajat Celsius untuk daging giling, dan 74 derajat Celsius untuk ayam.
6. Telur mentah
Telur mentah atau makanan yang mengandung telur mentah berisiko membawa bakteri Salmonella. Contohnya adalah saus salad buatan rumahan, mayones, es krim buatan sendiri, atau adonan kue yang belum dipanggang.
Produk komersial umumnya menggunakan telur pasteurisasi sehingga lebih aman. Meski demikian, ibu hamil sebaiknya tetap menghindari kebiasaan mencicipi adonan mentah.
7. Keju lunak
Beberapa jenis keju lunak, seperti Brie, Camembert, Roquefort, Feta, Gorgonzola, serta keju gaya Meksiko seperti Queso Blanco dan Queso Fresco, berpotensi mengandung bakteri Listeria.
Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi keju tersebut kecuali terdapat keterangan jelas bahwa produk dibuat dari susu pasteurisasi.
Dengan mengenali makanan yang perlu dihindari, ibu hamil dapat lebih menjaga kesehatan diri dan janin, sekaligus meminimalkan risiko komplikasi selama kehamilan.(BY)






