Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memandang prospek ekonomi nasional pada 2026 cukup cerah. Organisasi ini memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu melampaui 5%, dengan estimasi berada di sekitar 5,4%. Angka tersebut dinilai kompetitif jika dibandingkan dengan banyak negara lain di tengah ketidakpastian global.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyebut tahun 2026 sebagai periode yang menarik dengan outlook ekonomi yang menjanjikan. Menurutnya, capaian di atas 5% merupakan hasil yang sangat baik jika dilihat dalam konteks global.
“Proyeksinya cukup positif, di atas 5%, bahkan sekitar 5,4%. Yang terpenting, angka ini sangat baik bila dibandingkan dengan banyak negara lain,” ujar Anindya, Minggu (11/1/2026).
Ia mengakui bahwa laju pertumbuhan Indonesia masih berada di bawah negara seperti Vietnam dan India. Meski demikian, Anindya menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, baik dari sisi pertumbuhan maupun stabilitas inflasi. Kondisi tersebut menjadi bekal penting untuk mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah.
“Kita mungkin masih di bawah Vietnam dan India, tetapi arahnya ke sana. Dibandingkan banyak negara lain, kinerja kita dari sisi pertumbuhan dan inflasi tergolong baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Anindya menjelaskan bahwa agenda utama Kadin pada 2026 adalah memperkuat perekonomian daerah. Kadin pusat akan berperan aktif mendampingi Kadin di tingkat provinsi dalam menggerakkan ekonomi lokal, terutama di tengah keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Selain itu, Kadin juga berupaya memastikan aliran likuiditas dari pusat dapat menjangkau sektor-sektor di lapangan, sehingga tercipta penghubung nyata antara kebijakan makroekonomi dan aktivitas mikroekonomi. Kadin pun mendorong optimalisasi berbagai program pemerintah yang telah berjalan, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Anindya, sektor pangan memiliki potensi besar dalam memberdayakan masyarakat daerah. Kebutuhan seperti telur, susu, sayuran, dan sumber protein lainnya dapat dipenuhi dari produksi lokal di masing-masing wilayah.
“Pangan benar-benar bisa menjadi penggerak pemberdayaan. Kebutuhan telur, susu, sayur, dan protein bisa diproduksi di pulau atau daerah masing-masing. Karena itu, tahun ini Kadin akan lebih menekankan pada implementasi nyata dan substansinya,” tutup Anindya.(BY)






