Kota Pariaman – Bencana hidrometeorologi tak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memukul denyut ekonomi rakyat kecil. Di tengah lesunya aktivitas jual beli, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat hadir menyapa mereka yang paling cepat merasakan dampaknya adalah para pedagang pasar.
Sebanyak 109 pedagang Pasar Pagi dan Pasar Basah Kota Pariaman menerima bantuan sembako sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi pascabencana.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad, didampingi Sekdako Afrizal Azhar, di Ruang Rapat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindag Kop dan UKM) Kota Pariaman, Sabtu (10/1/2026).
Wali Kota Yota Balad menegaskan, pedagang pasar merupakan kelompok paling rentan saat bencana melanda. Aktivitas terhenti, pembeli sepi, sementara kebutuhan keluarga tak bisa menunggu.
“Ketika pasar berhenti, dapur ikut terancam. Bantuan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah agar pedagang tetap mampu bertahan dan memenuhi kebutuhan pokok keluarganya di masa sulit,” tegasnya.
Cuaca ekstrem yang melanda Kota Pariaman beberapa waktu lalu diketahui sempat melumpuhkan aktivitas perdagangan dan menurunkan daya beli masyarakat.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari transaksi harian.
Melalui bantuan sembako ini, Pemko Pariaman berharap roda ekonomi pasar kembali berputar dan kepercayaan pembeli perlahan pulih.
Selain bantuan, Pemko Pariaman juga mengajak pedagang untuk bersama-sama menata lapak, terutama yang berada di pinggir jalan, demi menciptakan pasar yang lebih rapi, aman, dan nyaman bagi pengunjung.
“Pemulihan ekonomi bukan hanya soal bantuan, tetapi juga soal kolaborasi. Pasar yang tertib dan nyaman akan menghidupkan kembali aktivitas jual beli,” pungkas Yota Balad.(ssc).






