Anggota DPD RI Irman Gusman, Pariaman Tak Boleh Pulih Setengah Hati

Kota Pariaman – Kota Pariaman, Sumatera Barat tengah berdiri di persimpangan krisis dan harapan. Pascabencana hidrometeorologi yang menghantam wilayah pesisir Sumatera Barat itu, dukungan pusat menjadi kunci penentu cepat atau lambatnya pemulihan.

Di tengah situasi tersebut, Anggota DPD RI Irman Gusman datang langsung ke Kota Pariaman, membawa pesan tegas. Pemulihan tidak boleh berjalan lamban dan biasa-biasa saja.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman, Mulyadi, menerima kunjungan kerja Irman Gusman beserta jajaran di ruang kerja Wali Kota Pariaman, Kamis (8/1/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana, termasuk Kota Pariaman yang mengalami kerusakan cukup serius.

Irman Gusman menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh proses pemulihan Sumatera Barat pascabencana hingga ke pemerintah pusat.

Menurutnya, saat ini dibutuhkan konsolidasi total seluruh kekuatan daerah agar masyarakat tidak terlalu lama hidup dalam ketidakpastian.

“Pemulihan tidak boleh setengah-setengah. Kota Pariaman harus bangkit lebih cepat. Sebagai senator, saya siap berdiri di garis depan memperjuangkan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi ini di tingkat nasional,” tegas Irman Gusman.

Sementara itu, Wawako Mulyadi memaparkan kondisi riil yang dihadapi Kota Pariaman akibat bencana banjir dan angin kencang yang dipicu curah hujan ekstrem.

Data sementara menunjukkan, sebanyak 55 rumah warga mengalami kerusakan, dengan 10 rumah di antaranya rusak berat. Tak hanya pemukiman, sektor pertanian pun terpukul keras.

“Lebih kurang 800 hektare lahan pertanian terdampak. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi soal keberlangsungan hidup masyarakat,” ungkap Mulyadi.

Ia juga menyampaikan bahwa pada hari yang sama, Wali Kota Pariaman Yota Balad tengah mempresentasikan langsung ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat usulan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Total kebutuhan anggaran yang diajukan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 497 miliar, mencakup kerusakan fisik dan kerugian ekonomi masyarakat.

Pemko Pariaman berharap dukungan politik dan moral dari Irman Gusman mampu membuka jalan percepatan realisasi bantuan dari pemerintah pusat.

“Kehadiran Bapak Irman Gusman di tengah kondisi sulit ini menjadi suntikan semangat bagi kami dan masyarakat. Kami berharap komitmen ini benar-benar dikawal hingga Kota Pariaman pulih dan bangkit kembali,” tutup Mulyadi.

Di tengah puing-puing bencana, Kota Pariaman kini menaruh harapan besar. Pemulihan cepat, nyata, dan tidak ditinggalkan di tengah jalan.(r-mak).