Padang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau dan mengevaluasi pembangunan huntara bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Evaluasi ini bertujuan memberikan masukan penting untuk memperkuat fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Fokus peninjauan meliputi pembangunan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Lima Puluh Kota sekaligus meninjau lokasi yang akan digunakan untuk hunian tetap (huntap) pada tahap pemulihan.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, memimpin langsung evaluasi lapangan dengan meninjau persiapan pembangunan huntap di Kabupaten Solok. Peninjauan mencakup progres fisik huntara, kualitas bangunan, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, serta kesesuaian lokasi dengan prinsip keamanan dan kelayakan hunian.
“Evaluasi ini juga melihat koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait dalam pelaksanaan pembangunan huntara,” kata Rustian.
Hasil evaluasi menunjukkan pembangunan huntara di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Tanah Datar berjalan secara umum lancar, meski masih terdapat beberapa catatan perbaikan. Di antaranya adalah penyempurnaan fasilitas pendukung, penyesuaian desain hunian agar sesuai kebutuhan keluarga penyintas, serta percepatan penyelesaian pembangunan di beberapa lokasi.
Saat ini, pembangunan huntara di Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota ditargetkan mencapai 60 unit pada tahap pertama. Sementara di Tanah Datar, terdapat 23 unit di Nagari Bungo Tanjung dan 15 unit di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan.
Lokasi huntap di Kabupaten Solok disiapkan di Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak. Temuan evaluasi ini nantinya akan dijadikan rekomendasi dalam penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Sumbar. Dokumen ini berfungsi sebagai pedoman untuk memastikan transisi dari hunian sementara ke hunian tetap berlangsung aman, layak, dan berkelanjutan.
BNPB menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penanganan pascabencana di Sumatera Barat melalui perencanaan yang terukur, berbasis kebutuhan masyarakat, dan berprinsip “build back better”.(des*)






