BGN Bidik 82,9 Juta Penerima Program Makan Bergizi Gratis pada 2026

Makan Bergizi Gratis.
Makan Bergizi Gratis.

JakartaBadan Gizi Nasional (BGN) menargetkan cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2026.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa setelah satu tahun pelaksanaan, program MBG telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai aspek yang perlu disempurnakan ke depannya.

“Sepanjang 2026 kami akan terus mengejar target 82,9 juta penerima, sembari melakukan pembenahan internal, termasuk proses sertifikasi dan akreditasi,” ujar Dadan pada Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, BGN berencana menerapkan sertifikasi serta akreditasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan ini bertujuan untuk mengklasifikasikan layanan berdasarkan mutu yang dihasilkan.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh, terutama dalam hal standar keamanan pangan. “Target kami seluruh layanan mencapai kategori unggul, sehingga makanan yang disajikan bukan hanya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, tetapi juga aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Dadan juga memaparkan bahwa sejak diluncurkan pada awal 2025 hingga awal 2026, program MBG telah menjangkau sekitar 55,1 juta orang. Angka ini, katanya, setara dengan jumlah populasi negara-negara seperti Korea Selatan, bahkan dua kali lipat penduduk Australia.

“Jumlah penerima manfaat kita saat ini sudah melampaui populasi Korea Selatan yang sekitar 51,5 juta jiwa. Kalau dibandingkan Australia, itu setara dua kali jumlah penduduknya,” ungkap Dadan.

Keberhasilan pelaksanaan MBG, lanjutnya, turut didukung oleh pertumbuhan pesat jumlah SPPG. Sejak mulai dibentuk pada 6 Januari 2025 dengan hanya 190 unit, kini jumlah SPPG telah meningkat signifikan menjadi 19.188 unit yang tersebar dan beroperasi di seluruh 38 provinsi di Indonesia.

Ia menambahkan, partisipasi masyarakat dan mitra menjadi faktor kunci dalam percepatan program ini. Seluruh pembangunan SPPG yang saat ini beroperasi, kata Dadan, sepenuhnya dibiayai oleh kontribusi masyarakat.

“Program ini bisa berkembang sangat cepat berkat dukungan luar biasa dari masyarakat dan para mitra. Perlu diketahui, seluruh 19.188 SPPG yang sudah beroperasi dibangun dengan pendanaan 100 persen dari masyarakat. Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi,” tutupnya.(BY)