Tak Semua Makanan Memperparah, Ini 6 Pilihan yang Bisa Redakan Perut Kembung

Perut begah dan penuh gas? Sebaiknya konsumsi makanan yang bisa menghilangkan perut kembung sebagai berikut.
Perut begah dan penuh gas? Sebaiknya konsumsi makanan yang bisa menghilangkan perut kembung sebagai berikut.

Jakarta – Kondisi perut kembung sering membuat seseorang menjadi lebih berhati-hati dalam memilih makanan karena takut rasa tidak nyaman semakin bertambah. Padahal, tidak semua makanan memperparah kembung. Beberapa jenis makanan justru dapat membantu meredakan rasa penuh dan begah di perut.

Perut kembung umumnya muncul akibat penumpukan gas, gangguan sistem pencernaan, atau sembelit. Jika salah memilih asupan, gas di dalam saluran cerna bisa meningkat dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Oleh sebab itu, penting untuk menghindari makanan pemicu gas, terutama yang tinggi gula, pati, dan jenis serat tertentu.

Sebagai gantinya, memilih makanan rendah gas dapat membantu mengurangi tekanan di perut dan membuat pencernaan terasa lebih ringan. Jenis makanan non-gas seperti protein tanpa lemak, buah tertentu, serta biji-bijian sehat diketahui dapat menekan produksi gas di dalam usus.

Meski dikonsumsi saat perut sedang kembung, makanan-makanan berikut justru dapat membantu meredakan keluhan tersebut. Berikut enam pilihan makanan yang dipercaya efektif mengurangi perut kembung:

1. Daging ayam

Sumber protein hewani relatif aman dikonsumsi saat perut bermasalah. Daging ayam, ikan, telur, daging sapi tanpa lemak, maupun kalkun tidak memicu pembentukan gas karena tidak mengandung karbohidrat. Gas di dalam usus biasanya dihasilkan dari proses fermentasi karbohidrat oleh bakteri, sehingga protein hewani cenderung lebih ramah bagi pencernaan.

2. Wortel

Beberapa sayuran rendah karbohidrat kaya akan vitamin dan mineral, namun tidak memicu gas berlebih. Wortel termasuk salah satu sayuran yang aman dikonsumsi saat kembung. Selain wortel, pilihan lain yang juga baik antara lain bayam, tomat, terong, selada, labu kuning, zucchini, parsnip, dan kentang.

3. Anggur

Buah-buahan umumnya menghasilkan gas dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan karbohidrat olahan. Meski demikian, konsumsinya tetap perlu dibatasi. Buah yang relatif aman dan membantu mengurangi risiko kembung antara lain anggur, jeruk, blueberry, kiwi, honeydew, raspberry, dan stroberi.

4. Yogurt

Makanan fermentasi dikenal bermanfaat bagi kesehatan usus. Yogurt mengandung bakteri baik yang membantu proses pencernaan karbohidrat, sehingga mengurangi beban kerja usus dan menekan pembentukan gas berlebih. Selain yogurt, pilihan fermentasi lain yang bisa dicoba antara lain kimchi, kefir, sauerkraut, acar, dan kombucha.

5. Roti berbahan biji-bijian utuh

Meski karbohidrat kerap dikaitkan dengan gas, tidak semua jenis karbohidrat harus dihindari. Biji-bijian utuh menghasilkan gas lebih sedikit dibandingkan karbohidrat sederhana. Saat perut kembung, sebaiknya hindari nasi putih, roti putih, dan pasta putih, lalu beralih ke beras merah, roti gandum utuh, atau produk bebas gluten.

6. Susu bebas laktosa atau susu nabati

Laktosa dalam susu sapi merupakan jenis gula yang sulit dicerna oleh sebagian orang. Ketika perut sedang kembung, konsumsi susu sapi bisa memperparah keluhan, terutama bagi penderita intoleransi laktosa. Alternatif yang lebih aman adalah susu bebas laktosa atau susu nabati seperti susu almond, oat, kedelai, maupun mete.

Dengan memilih makanan yang tepat, perut kembung tidak selalu harus menjadi penghalang untuk tetap makan dengan nyaman.(BY)