Padang Pariaman – Suasana Pendopo Rumah Dinas Bupati Padang Pariaman, Selasa (6/1/2026), mendadak sunyi. Kata-kata Bupati John Kenedy Azis terhenti. Suaranya bergetar, matanya berkaca-kaca. Yang ia bicarakan bukan sekadar bangunan, melainkan tanggung jawab negara yang terabaikan. Asrama Haji Sumatera Barat.
Di hadapan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat yang baru, Dr. Muhammad Rifki, John Kenedy Azis membuka kembali luka lama.
Bangunan megah bernilai miliaran rupiah yang berdiri kokoh di Kecamatan Batang Anai itu, hingga kini belum memberi manfaat maksimal bagi jemaah haji. Negara seolah hadir setengah hati.
Didampingi Asisten I Rudi Rahmat dan Kepala DLHPKPP Padang Pariaman Andri Satria Masri, John Kenedy Azis mengisahkan perjuangan panjang almarhum Ali Mukhni, mantan Bupati Padang Pariaman yang tanpa lelah memperjuangkan dana pusat demi menghadirkan Asrama Haji di tanah Padang Pariaman.
“Almarhum Ali Mukhni berjuang mati-matian. Saya tahu betul prosesnya, karena saat itu kami duduk di Komisi VIII DPR RI, bermitra langsung dengan Kementerian Agama,” ujar John Kenedy Azis dengan suara serak, air mata tak terbendung.
Dana negara akhirnya turun. Bangunan megah berdiri. Namun ironinya, setelah berdiri sejumlah gedung perhatian justru menguap. John Kenedy Azis tak menutup rasa kecewanya terhadap jajaran Kementerian Agama (Kemenag), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, yang dinilainya abai dan tak responsif.
“Bangunannya sudah berdiri gagah. Tapi kelanjutannya tidak jelas. Sejak saya menjabat Bupati, tidak pernah ada pembahasan serius dan detail tentang masa depan Asrama Haji ini,” katanya lirih, namun sarat kekecewaan.
Bagi John Kenedy Azis, persoalan Asrama Haji bukan sekadar soal aset fisik, melainkan soal keadilan bagi jemaah dan penghormatan terhadap uang rakyat. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat pelayanan haji justru nyaris terpinggirkan.
Secercah harapan muncul seiring lahirnya Kementerian Haji dan Umrah serta hadirnya Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar yang baru. John Kenedy Azis menyambut langsung kedatangan Dr. Muhammad Rifki dan tim dalam agenda silaturahmi dan koordinasi yang dinilai sebagai langkah awal memulihkan kepercayaan.
Pertemuan itu tak hanya membahas kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026, tetapi juga menegaskan kembali pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam memastikan pelayanan haji yang tertib, aman, dan manusiawi dari tahap persiapan hingga pemulangan jemaah.
“Kami siap berkoordinasi dan membenahi layanan haji dan umrah umat, termasuk Asrama Haji Sumatera Barat di Padang Pariaman,” tegas Rifki.
Bagi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, pertemuan ini menjadi momentum penting. Setelah lama sunyi, Asrama Haji Sumatera Barat kembali diseret ke ruang publik. Menunggu komitmen nyata agar bangunan miliaran rupiah itu tak lagi menjadi monumen bisu, melainkan rumah layak bagi para tamu Allah.(mak).






