Fajarharapan.id – Persaingan sepakbola Asia Tenggara kini tak hanya terjadi di atas lapangan. Perebutan kursi pelatih terbaik dengan bayaran tinggi pun ikut memanas, terlebih setelah PSSI mendatangkan pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, yang langsung menempati posisi teratas sebagai pelatih dengan gaji terbesar di kawasan.
Media Malaysia, New Straits Times, melaporkan bahwa Herdman menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi di ASEAN setelah resmi menukangi skuad Garuda.
Berikut daftar empat pelatih tim nasional Asia Tenggara dengan nilai kontrak tertinggi:
1. John Herdman — Indonesia
Pelatih asal Inggris yang membawa Timnas Kanada menembus Piala Dunia 2022 ini disebut menerima bayaran sekitar 40.000 dolar AS per bulan, atau kurang lebih Rp671 juta.
Meski menjadi yang tertinggi di ASEAN saat ini, nominal tersebut masih lebih kecil dibandingkan gaji era Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert yang sempat menyentuh lebih dari Rp1 miliar per bulan.
Kontrak Herdman kabarnya berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan, dan ia dijadwalkan diperkenalkan resmi kepada publik pada 12 Januari 2025.
2. Peter Cklamovski — Malaysia
Mulai bekerja sejak Januari 2025, juru taktik asal Australia ini datang dengan pengalaman luas dari kompetisi Jepang dan Australia. Statusnya sebagai rekrutan besar membuat Cklamovski dipercaya menerima kontrak bernilai tinggi demi mendongkrak prestasi Harimau Malaya.
3. Carles Cuadrat — Filipina
Pelatih asal Spanyol ini resmi menangani Timnas Filipina pada Juli 2025. Dengan rekam jejak yang kuat di level klub, Cuadrat diperkirakan memperoleh bayaran hingga ratusan ribu dolar per tahun—sebanding dengan standar pelatih Eropa yang berkarier di Asia.
4. Gavin Lee — Singapura
Federasi Sepak Bola Singapura memilih jalur berbeda dengan menunjuk pelatih lokal berprestasi, Gavin Lee, pada Juni 2025. Walau berasal dari dalam negeri, nilai kontraknya tetap tergolong tinggi untuk ukuran tim nasional Singapura, mencerminkan ambisi mereka bersaing di level regional.
Keempat pelatih ini menunjukkan bagaimana negara-negara Asia Tenggara semakin serius berinvestasi pada kualitas manajerial. Besarnya nilai kontrak diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan performa tim nasional masing-masing.(BY)






