Bundo Kanduang Kota Pariaman Bergerak “Marandang Peduli” untuk Sumbar Berduka

Kota Pariaman – Saat duka masih menyelimuti Sumatera Barat akibat bencana, kepedulian justru menyala dari dapur tradisi Minangkabau. Bundo Kanduang se-Kota Pariaman, Sumatera Barat menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “Marandang Peduli Bencana Sumbar” di halaman Rumah Tabuik Subarang, kawasan Kantor Pemerintahan Kota Pariaman Tengah, Senin (5/1/2025).

Di bawah kepulan asap tungku dan denting alat masak, para Bundo Kanduang tidak sekadar memasak rendang. Mereka mengolah empati, meracik solidaritas, dan menghadirkan harapan bagi saudara-saudara yang terdampak bencana, baik di Kota Pariaman maupun di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Wali Kota Pariaman Yota Balad yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bundo Kanduang Kota Pariaman.

Menurutnya, marandang ini menjadi bukti bahwa budaya lokal mampu menjawab persoalan kemanusiaan secara nyata dari Bundo Kanduang.

“Kepedulian sosial bisa hadir dalam banyak bentuk. Hari ini, Bundo Kanduang membuktikan bahwa tradisi adalah kekuatan. Dengan kearifan lokal yang kita miliki, kita meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan sandang dan pangan,” ujar Yota Balad.

Ia menegaskan, rendang yang dimasak bersama tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana di Kota Pariaman dan wilayah Sumatera Barat.

Lebih jauh, Yota Balad menaruh harapan besar pada peran strategis Bundo Kanduang sebagai penjaga nilai moral dan pendidik karakter generasi muda.

“Bundo Kanduang bukan hanya simbol adat, tetapi juga teladan. Dari merekalah adab, etika, dan jati diri generasi muda dibentuk,” pungkasnya.

Sementara itu, Penasehat Bundo Kanduang Kota Pariaman Ny. Yosnely Balad menyebutkan bahwa sebanyak 40 kilogram rendang telah disiapkan untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.

“Rendang ini sangat berarti. Bukan soal jumlah, tetapi tentang kepedulian dan empati yang kami titipkan di setiap bungkusnya,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan marandang ini murni lahir dari rasa kemanusiaan Bundo Kanduang se-Kota Pariaman.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pengurus Bundo Kanduang, dari tingkat kota hingga desa dan kelurahan, yang telah menunjukkan empati kepada para korban bencana. Semoga kepedulian ini terus hidup dan memberi manfaat yang lebih luas,” tutupnya.

Di tengah bencana, Bundo Kanduang Pariaman kembali menegaskan satu pesan kuat. Budaya yang hidup adalah budaya yang hadir saat sesama dilanda duka.(r-mak).