Jakarta – Bagi sebagian orang, menikmati susu sapi bukanlah hal yang mudah. Alergi, intoleransi laktosa, atau kondisi kesehatan tertentu sering membuat mereka harus menghindarinya — padahal banyak makanan dan minuman seperti kopi, oatmeal, smoothie, hingga kue terasa lebih lezat saat diberi tambahan susu.
Satu cangkir susu sapi umumnya mengandung sekitar 8,23 gram protein, 309 miligram kalsium, serta vitamin D. Karena itu, ketika harus berhenti mengonsumsi susu sapi, penting mencari pengganti yang bisa mendekati manfaat gizinya.
Kabar baiknya, kini tersedia beragam pilihan susu nabati yang lebih ramah bagi penderita alergi, namun tetap memiliki rasa dan tekstur yang mendukung berbagai olahan. Berikut beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan:
1. Susu kedelai
Susu kedelai menjadi salah satu alternatif paling populer. Kandungan proteinnya cukup tinggi, sekitar 8,86 gram per cangkir, dan banyak produk yang sudah difortifikasi dengan kalsium serta vitamin D. Teksturnya yang menyerupai susu sapi membuatnya cocok diminum langsung, dicampur kopi, atau digunakan untuk baking.
2. Susu oat
Oat milk dikenal sebagai pilihan yang relatif aman bagi berbagai jenis alergi karena umumnya bebas susu dan kacang (meski selalu cek label produk). Kandungan proteinnya sekitar 4,01 gram per cangkir, dengan kadar kalsium yang lebih rendah dibanding susu sapi.
3. Susu almond
Bagi yang mencari minuman rendah kalori dan karbohidrat, susu almond bisa jadi opsi menarik. Rasanya ringan dan pas untuk sereal atau diminum begitu saja. Namun, proteinnya lebih rendah, sekitar 1,05 gram per cangkir. Meski begitu, banyak produk susu almond difortifikasi hingga mengandung kalsium dan vitamin D cukup tinggi, sehingga tetap membantu menjaga kesehatan tulang.
4. Santan kelapa
Jika membutuhkan rasa gurih dan tekstur lebih kental, santan bisa digunakan sebagai pengganti susu dalam masakan tertentu. Hanya saja, kandungan proteinnya rendah dan lemak jenuhnya cukup tinggi, sehingga sebaiknya digunakan secukupnya sesuai kebutuhan.(BY)






