Jakarta — Jahe dikenal sebagai rempah yang banyak dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. Diolah jadi minuman hangat, jahe sering dikonsumsi untuk membantu meredakan pilek, batuk, dan rasa tidak nyaman di tenggorokan berkat kandungan gingerol dan shogaol yang bersifat antioksidan.
Namun, meski punya beragam manfaat, tidak setiap orang dianjurkan minum air jahe. Pada kelompok tertentu, konsumsi jahe justru bisa menimbulkan masalah kesehatan.
Siapa saja yang sebaiknya berhati-hati?
Berikut sejumlah kondisi yang disarankan membatasi — bahkan menghindari — minum air jahe.
1. Memiliki gangguan pembekuan darah
Pada penderita hemofilia atau kelainan pembekuan darah lainnya, jahe bisa meningkatkan risiko perdarahan karena memiliki efek mirip pengencer darah.
Kombinasi jahe dengan obat seperti warfarin atau aspirin juga dapat memperkuat efek obat dan memicu memar serta perdarahan berlebih.
2. Masalah gula darah
Jahe dapat menurunkan kadar gula. Penderita hipoglikemia dan pasien diabetes yang menggunakan insulin atau obat antidiabetes perlu sangat berhati-hati.
Pemantauan gula darah secara rutin penting jika jahe dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.
3. Refluks asam (GERD)
Pada sebagian orang dengan GERD, air jahe justru bisa memperparah rasa panas di dada dan memperburuk refluks. Karena itu, penderita disarankan membatasi atau menghindari konsumsi.
4. Ibu hamil
Jahe memang kerap dipakai untuk membantu mengurangi mual, tetapi penggunaannya tetap harus terkontrol.
Karena sifatnya yang bisa mempengaruhi pembekuan darah, konsumsi berlebihan dikhawatirkan meningkatkan risiko tertentu. Konsultasi dokter sangat dianjurkan sebelum menjadikannya minuman rutin.
5. Sedang minum obat tertentu
Jahe bisa berinteraksi dengan obat tekanan darah, obat diabetes, dan obat pengencer darah.
Pada sebagian orang, tekanan darah bisa turun terlalu rendah atau gula darah menjadi tidak stabil. Diskusikan dengan dokter jika Anda sedang menjalani terapi obat.
6. Alergi terhadap jahe
Walau jarang, ada orang yang mengalami reaksi alergi seperti gatal, ruam, hingga bengkak di bibir, wajah, atau tenggorokan.
Penggunaan berlebihan, baik diminum maupun dioleskan, juga dapat menyebabkan iritasi. Hentikan konsumsi jika timbul gejala dan segera periksakan diri.
7. Penderita hipertensi
Jahe dapat memengaruhi tekanan darah. Pada orang yang memiliki hipertensi — terlebih yang sedang minum obat antihipertensi — konsumsi berlebih bisa membuat tekanan darah turun terlalu cepat. Pengawasan medis sangat diperlukan.
Kesimpulan
Air jahe bisa menjadi pelengkap gaya hidup sehat, tetapi tidak selalu cocok untuk semua orang. Bila Anda memiliki kondisi medis, sedang hamil, atau rutin mengonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum menambahkan jahe ke menu harian.(BY)






