China Ubah Skema Subsidi Tukar Tambah Mobil, Nilainya Kini 6–12 Persen

China Bikin Skema Baru Subsidi Pembelian Mobil, Mulai 6%.
China Bikin Skema Baru Subsidi Pembelian Mobil, Mulai 6%.

Jakarta — Pemerintah China resmi memperkenalkan pola bantuan baru untuk program tukar tambah kendaraan pada 2026. Nilai subsidi yang ditawarkan kini berada di kisaran 6–12 persen, tergantung jenis dan kategori mobil.

Model Bantuan Berbasis Persentase

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional bersama Kementerian Keuangan China mengumumkan bahwa skema lama yang berbasis nominal tetap tidak lagi digunakan. Kebijakan baru mengatur bahwa insentif dihitung dari persentase harga kendaraan, tetapi tetap diberi batas maksimal.

Menurut laporan Car News China, pendekatan ini diharapkan membuat dukungan pemerintah lebih adil karena disesuaikan dengan rentang harga mobil yang berbeda.

Rincian Dukungan Tukar Tambah

Dalam aturan yang diperbarui, pemilik yang membongkar mobil lamanya lalu membeli kendaraan baru akan memperoleh subsidi sesuai persentase harga pembelian.

Mobil energi baru (NEV): subsidi 12% dengan plafon 20.000 yuan (sekitar Rp47,7 juta).

Mobil bensin mesin ≤ 2.0L (baru): subsidi 10% maksimal 15.000 yuan (sekitar Rp35,8 juta).

Bantuan juga berlaku bagi konsumen yang menukar mobil bekasnya:

Tukar mobil bekas → beli NEV: subsidi 8% hingga 15.000 yuan.

Tukar mobil bekas → beli bensin ≤ 2.0L: subsidi 6% dengan batas 13.000 yuan (sekitar Rp31 juta).

Syarat Kendaraan yang Berhak

Kementerian Perdagangan China menetapkan sejumlah kriteria usia kendaraan:

Mobil bensin harus terdaftar sebelum 30 Juni 2013.

Mobil diesel atau bahan bakar alternatif terdaftar sebelum 30 Juni 2015.

Kendaraan energi baru terdaftar sebelum 31 Desember 2019.

Selain itu, kendaraan yang akan dibongkar wajib sudah atas nama pemohon sebelum 8 Januari 2025.

Kebijakan ini diharapkan mempercepat peremajaan armada, menekan emisi, dan mendorong penjualan kendaraan ramah lingkungan di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.(BY)