Sport  

John Herdman Gagal Debut di Piala Asia U-23 2026, Garuda Muda Absen dari Turnamen

John Herdman gagal memimpin Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2026.
John Herdman gagal memimpin Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2026.

Fajarharapan.id – Pelatih asal Inggris, John Herdman, resmi diperkenalkan sebagai nahkoda baru Timnas Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026. Tugasnya bukan hanya membangun tim senior, tetapi juga membina skuad U-23 dengan target jangka panjang: membawa Garuda Muda menembus Olimpiade Los Angeles 2028.

Turnamen Pertama Bukan Piala Asia U-23

Agenda resmi pertama Herdman bersama timnas adalah FIFA Series 23–31 Maret 2026 di Indonesia. Andai Indonesia U-23 berhasil melangkah ke putaran final Piala Asia U-23 2026, seharusnya ajang di Arab Saudi pada 6–24 Januari 2026 itu menjadi debutnya.

Namun kenyataan berkata lain. Meski berstatus semifinalis Piala Asia U-23 2024, Indonesia gagal mendapatkan tiket edisi 2026. Garuda Muda tak mampu mengulang keberhasilan menyingkirkan Korea Selatan seperti dua tahun sebelumnya dan tersingkir dalam persaingan.

Perjalanan Pahit di Kualifikasi

Pada babak kualifikasi Grup J (3–9 September 2025), Indonesia U-23 — saat itu dilatih Gerald Vanenburg — bersaing dengan Korea Selatan, Laos, dan Makau. Regulasi hanya memberi jatah lolos otomatis untuk juara grup.

Bermain sebagai tuan rumah, Indonesia justru tersendat di laga perdana setelah ditahan 0–0 oleh Laos. Kemenangan besar 5–0 atas Makau sempat menghidupkan asa, tetapi kekalahan 0–1 dari Korea Selatan di laga terakhir membuat Indonesia hanya mengumpulkan empat poin dan finis sebagai runner-up.

Harapan lewat jalur runner-up terbaik pun pupus. Indonesia berada di peringkat ke-10, sementara hanya empat posisi teratas yang berhak ke putaran final.

Fokus ke Misi Berikutnya

Absennya Indonesia U-23 dari Piala Asia U-23 2026 membuat tahun ini tanpa agenda besar bagi Garuda Muda. Kesempatan berikutnya baru hadir pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2028.

Tantangannya kini berada di tangan John Herdman: mampukah ia menyusun fondasi yang cukup kuat untuk membawa generasi muda Indonesia kembali bersaing di level Asia — bahkan membuka jalan menuju Olimpiade 2028?(BY)