Kota Pariaman — Saat sebagian daerah memilih gemerlap pesta dan dentuman petasan, Kota Pariaman menutup tahun 2025 dengan doa dan perenungan. Rabu malam (31/12/2025), Polres Pariaman menggelar tausiyah dan doa bersama di Kantor Satpolairud Polres Pariaman, kawasan Muaro Pantai Gandoriah, Kecamatan Pariaman Tengah.
Kegiatan ini menjadi simbol pilihan sikap: menyambut tahun baru dengan ketenangan, bukan euforia. Pemerintah Kota Pariaman menyambut positif kegiatan tersebut.
Wali Kota Pariaman Yota Balad hadir langsung bersama Wakil Wali Kota Mulyadi, Sekretaris Daerah Afrizal Azhar, unsur pimpinan OPD, perwakilan Pengadilan Negeri, jajaran Polres Pariaman, personel TNI AD Kodim 0308 Pariaman, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Yota Balad menegaskan bahwa perayaan tahun baru di Pariaman sengaja diarahkan pada kegiatan yang lebih bermakna, sejalan dengan imbauan Menteri Dalam Negeri agar tidak ada perayaan berlebihan.
“Kita tidak menggelar musik, petasan, atau hiburan yang bersifat hura-hura. Tahun baru kita isi dengan kegiatan positif, doa, dan refleksi. Edaran itu sudah kita terapkan di Kota Pariaman,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut juga merupakan bentuk empati terhadap daerah-daerah yang masih berduka akibat bencana hidrometeorologi, termasuk wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta dampak yang juga dirasakan sebagian wilayah Kota Pariaman.
Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri, TNI, dan masyarakat atas kekompakan dalam menghadapi bencana beberapa waktu lalu.
“Walaupun dampaknya tidak sebesar daerah lain, Kota Pariaman juga merasakannya. Alhamdulillah, berkat kebersamaan Pemko, Muspida, TNI, Polri, dan masyarakat, banjir kemarin dapat kita tangani dengan baik,” ujarnya.
Menutup tahun 2025, Wali Kota mengajak seluruh elemen untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi bersama, sekaligus memperkuat soliditas menuju tahun 2026.
“Kita berharap, dengan doa dan muhasabah malam ini, tahun 2026 membawa kebaikan yang lebih besar bagi Kota Pariaman yang kita cintai,” tuturnya.
Sebagai bentuk keramahan dan kebersamaan, Polres Pariaman juga menyediakan kudapan gratis bagi masyarakat yang hadir maupun yang melintas di sekitar lokasi, mulai dari GoPer (gorengan perai/gratis), air mineral, hingga potongan buah semangka.
Di tepi Pantai Gandoriah malam itu, tanpa suara petasan dan kembang api, Pariaman memilih menutup tahun dengan doa, kebersamaan, dan harapan baru.(r-mak).






