Kapolres Pasaman Barat Tegaskan Tidak Ada Ruang Bagi Peredaran Narkoba

Kapolres Pasaman Barat: Kejahatan Konvensional Menurun, Komitmen Berantas Narkoba Tanpa Ruang
PASAMAN BARAT – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat memaparkan rapor capaian kinerja sepanjang tahun 2025 melalui konferensi pers rilis akhir tahun di Aula Tatag Trawang Tungga, Mako Polres setempat, Rabu (31/12/2025). Mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat”, Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., memaparkan data keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di hadapan awak media.

Sepanjang tahun 2025, tren gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Pasaman Barat mencatatkan penurunan signifikan sebesar 12,74%. Total angka kejahatan menurun sebanyak 169 kasus, dari 1.327 kasus di tahun sebelumnya menjadi 1.158 kasus. Penurunan ini didominasi oleh berkurangnya kejahatan konvensional sebesar 15,06%. Berbanding lurus dengan itu, angka penyelesaian kasus (crime clearance) justru merangkak naik ke angka 58%.

Kapolres mengungkapkan, secara kewilayahan Polsek Gunung Tuleh mencatatkan prestasi dengan penurunan kriminalitas tertinggi mencapai 51,43%. Namun, ia memberikan catatan khusus untuk wilayah Polsek Ranah Batahan serta tren kejahatan transnasional yang mengalami kenaikan sebesar 22,54%.

Di sektor pemberantasan narkotika, jajaran Polres Pasaman Barat menunjukkan taji dengan mengungkap 85 kasus—meningkat 16 perkara dari tahun lalu—dan mengamankan 116 tersangka.

“Meskipun angka kejahatan konvensional menurun, kami tidak akan mengendurkan pengawasan. Peningkatan pengungkapan 85 kasus narkoba tahun ini adalah bukti nyata komitmen kami bahwa tidak ada ruang bagi peredaran gelap narkotika di bumi Pasaman Barat,” tegas AKBP Agung Tribawanto.

Terkait aspek keamanan lalu lintas, meskipun angka kecelakaan turun 17,56% menjadi 352 kejadian, angka fatalitas menjadi catatan evaluasi karena korban meninggal dunia meningkat menjadi 29 jiwa. Polres berkomitmen memperkuat patroli dan edukasi keselamatan jalan raya untuk menekan fatalitas tersebut di tahun 2026.

Selain Kamtibmas, Polres Pasbar juga fokus pada isu lingkungan dengan keberhasilan mengungkap kasus besar pertambangan emas tanpa izin (illegal mining) di Kecamatan Talamau. Dalam operasi ini, petugas menyita satu unit ekskavator dan menetapkan dua orang tersangka sebagai bentuk perlindungan ekosistem dari kerusakan.

Dalam hal pelayanan sosial, Polres Pasaman Barat turut menyukseskan program nasional Asta Cita, termasuk penyaluran Makan Bergizi Gratis bagi 3.022 siswa di 17 sekolah. Meskipun saat ini Polres hanya diperkuat oleh 464 personel—atau sekitar 49% dari jumlah ideal 938 orang—Kapolres optimistis dedikasi setiap personel mampu menjaga fondasi keamanan Pasaman Barat yang profesional dan inklusif menyongsong tahun baru.***