Terlalu Sering Makan Sosis? Ini Dampak Serius yang Harus Diwaspadai

Sosis merupakan makanan daging olahan dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi kebanyakan. Ketahui dampaknya jika kebanyakan makan sosis.
Sosis merupakan makanan daging olahan dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi kebanyakan. Ketahui dampaknya jika kebanyakan makan sosis.

JakartaSosis sering jadi menu favorit karena praktis, gurih, dan mudah diolah. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, makanan ini justru dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Sosis termasuk daging olahan yang mengandung beragam bahan tambahan serta zat kimia tertentu. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi daging olahan secara berlebihan berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kronis, bahkan kanker.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika terlalu sering makan sosis? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Dapat protein, tapi bukan selalu pilihan sehat

Sosis memang mengandung protein — sekitar 16–20 gram per porsi. Protein penting untuk menjaga massa otot dan membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.

Namun, tidak semua jenis sosis tergolong sumber protein yang baik. Banyak produk mengandung lemak tinggi, bahan pengawet, dan aditif lain. Karena itu, konsumsinya perlu diimbangi dengan sumber protein yang lebih sehat, seperti ikan, ayam tanpa kulit, atau kacang-kacangan.

2. Kandungan sodium sangat tinggi

Masalah terbesar dari sosis adalah kadar natrium (sodium) yang tinggi. Satu potong sosis ukuran 4 ons bisa mengandung lebih dari 900 mg sodium — jauh lebih besar dibandingkan dada ayam dengan berat sama.

Asupan sodium berlebih berpotensi memicu tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung. American Heart Association menyarankan batas maksimal 2.300 mg per hari, dan idealnya tidak lebih dari 1.500 mg.

3. Lemak jenuh berlebih

Banyak jenis sosis mengandung sekitar 13 gram lemak jenuh per potong. Jumlah itu sudah mendekati batas harian yang direkomendasikan untuk pola makan 2.000 kalori.

Lemak jenuh dapat menaikkan kadar kolesterol LDL (kolesterol “jahat”), yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Konsumsi berlebihan juga bisa berujung pada kenaikan berat badan.

4. Potensi meningkatkan risiko kanker

Dalam proses pengolahan dan pemasakan pada suhu tinggi, sosis dapat membentuk senyawa berbahaya seperti heterocyclic amines (HCAs) dan nitrosamin. Zat-zat ini dikaitkan dengan meningkatnya risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus besar, payudara, dan prostat.

Memasak dengan cara mengukus atau menggunakan suhu lebih rendah dapat membantu menekan pembentukan senyawa tersebut dibandingkan menggoreng atau memanggang dengan api besar.

5. Terkait dengan berbagai penyakit kronis

Konsumsi sosis dan daging olahan secara rutin juga diasosiasikan dengan risiko hipertensi, penyakit jantung, hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Meski banyak studi bersifat observasional, temuan-temuannya konsisten menunjukkan adanya pengaruh negatif dari bahan kimia dalam daging olahan terhadap kesehatan jangka panjang.

Kesimpulannya, sosis memang bisa memberi asupan protein dan praktis disajikan, tetapi konsumsi berlebihan membawa risiko besar. Batasi porsinya, perbanyak sayur dan buah, serta pilih sumber protein yang lebih sehat agar tubuh tetap terlindungi.(BY)