TANGERANG — Lalu lintas di wilayah perkotaan dikenal padat dan bergerak cepat. Pengendara sepeda motor harus berbagi jalan dengan berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil pribadi hingga angkutan umum. Dalam kondisi seperti itu, bukan hanya keterampilan mengemudi yang dibutuhkan, tetapi juga etika berkendara demi menjaga keselamatan.
Salah satu hal yang kerap diabaikan pengendara adalah cara melakukan pengereman. Banyak orang merasa sudah terbiasa menarik tuas rem, namun belum tentu memahami bagaimana mengerem dengan aman, terutama di tengah padatnya arus lalu lintas kota.
Melihat situasi tersebut, tim Safety Riding Promotion Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta–Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), kembali mengingatkan pentingnya etika pengereman sebagai bagian dari budaya berkendara “cari aman”.
Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menegaskan bahwa pengereman memainkan peran besar dalam mencegah kecelakaan.
“Di wilayah padat seperti Jakarta, cara kita mengerem bisa menentukan keselamatan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).
Berikut etika mengerem sepeda motor yang perlu diperhatikan:
1. Selalu Jaga Jarak
Etika mengerem dimulai dari cara membaca situasi lalu lintas. Menjaga jarak aman memberi ruang bagi pengendara untuk bereaksi ketika ada kendaraan yang berhenti mendadak, pejalan kaki menyeberang, atau pengendara lain berpindah jalur. Dengan jarak yang cukup, pengereman bisa dilakukan bertahap tanpa membuat motor tidak stabil ataupun berisiko ditabrak dari belakang.
2. Gunakan Rem Secara Seimbang
Teknik pengereman yang benar adalah mengombinasikan rem depan dan belakang secara proporsional, bukan hanya mengandalkan salah satunya. Menarik rem secara kasar karena panik justru berbahaya. Pengereman yang seimbang membantu menjaga kestabilan motor, apalagi ketika jalan licin, bergelombang, atau terdapat marka jalan.
3. Perhatikan Pengguna Jalan Lain
Etika berkendara juga menyangkut sikap. Mengerem mendadak tanpa alasan bisa mengejutkan pengendara di belakang dan memicu kecelakaan beruntun. Karena itu, pengendara perlu aktif memperhatikan spion, membaca pergerakan kendaraan sekitar, serta menghindari manuver berisiko seperti memotong jalur lalu langsung mengerem.
“Pengereman yang benar harus dilakukan secara tenang, bertahap, dan mengombinasikan rem depan serta belakang. Dengan teknik yang tepat, motor tetap terkendali meski harus berhenti cepat,” tutur Agus.(BY)






