PASAMAN BARAT – Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, masih menghadapi kesulitan akses pasca longsor dan banjir bandang yang melanda sejak akhir November 2025. Akses jalan yang terputus membuat penyaluran bantuan logistik ke beberapa jorong seperti Bateh Somuaik, Tombang Mudaik, dan sekitarnya menjadi tantangan besar, sehingga pemerintah mengandalkan distribusi melalui jalur udara menggunakan helikopter serta bantuan darat dengan mobil offroad dan kerja tim gabungan.
Pantauan awak media, Rabu (24/12/2025), kondisi jalan yang masih belum bisa dilewati kendaraan standar akibat longsor di Bateh Loweh, Jorong Harapan, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, membuat penyaluran bantuan logistik untuk daerah seperti Bateh Samuik dan Tombang serta sekitarnya masih dilakukan dengan melangsir.
Supri Nasution, Kasi Pemerintahan Kecamatan Talamau, yang saat itu berada di lokasi, menjelaskan bahwa listrik di wilayah tersebut sudah kembali normal, sementara alat PU (Pekerjaan Umum) dari dinas terkait telah standby untuk membantu proses perbaikan. Namun, karena cuaca yang tidak mendukung, pekerjaan perbaikan jalan masih terhambat. Saat ini, sekitar 200 meter jalan telah berhasil diperbaiki, dengan sisa 200 meter lagi yang masih memerlukan penanganan lebih lanjut.
“Kondisi cuaca yang ekstrem membuat kami harus ekstra hati-hati. Masyarakat tetap diimbau waspada terhadap longsor susulan. Kami berharap pasca bencana ini, pemerintah dapat segera memperbaiki akses yang terputus agar mobilitas warga kembali normal,” ujar Supri Nasution.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat serta semua pihak yang telah bekerja keras selama masa bencana dan pascabencana. Dukungan tersebut menjadi sangat berarti bagi masyarakat yang masih menghadapi isolasi akibat kerusakan infrastruktur.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan semua pihak yang telah bekerja keras selama masa bencana dan pascabencana ini. Dukungan ini sangat berarti bagi warga yang masih menghadapi tantangan akses jalan.”
Salah seorang warga, Ahmad, yang melintasi lumpur untuk menuju daerah Bateh Somuik menyampaikan kesulitan yang dialami saat menggunakan motor standar, terutama dalam kondisi hujan. Jalan yang masih berlumpur dan rusak akibat longsor membuat perjalanan menjadi berbahaya.
“Melintas di sini sangat sulit dengan motor standar, apalagi kalau hujan. Lumpur tebal, licin, dan sering terperosok. Kami harap pihak terkait bisa mempercepat perbaikan jalan ini, karena menjadi akses utama warga untuk beraktivitas sehari-hari,” ujar Ahmad.
Meski akses jalan di Bateh Loweh masih menjadi kendala utama, upaya perbaikan dan penyaluran bantuan terus berlangsung dengan dukungan penuh dari berbagai pihak. Dengan penanganan yang tertunda karena cuaca, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.***






