Padang – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk menyalurkan bantuan sosial yang langsung dirasakan masyarakat.
Memanfaatkan libur sekolah, program Khitan Gratis XI kembali digelar, memberikan layanan bagi ribuan anak yatim dan dhuafa di Kota Padang.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, hadir langsung meninjau kegiatan ini di Aula Kantor BAZNAS Kota Padang, Senin (22/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, Fadly memberikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Padang yang konsisten menyelenggarakan program tahunan ini, yang dinilainya sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Menurut Fadly, kegiatan khitanan massal ini menjadi bukti pengelolaan dana umat yang tepat sasaran. Untuk menjamin keamanan dan profesionalitas layanan medis, BAZNAS menggandeng Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina dalam pelaksanaan khitan.
“Program ini rutin dilakukan setiap tahun dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. BAZNAS Kota Padang bekerja sama dengan RSI Ibnu Sina agar layanan kesehatan bagi anak-anak berjalan aman dan profesional,” ujar Fadly di sela-sela peninjauan.
Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, Fadly mendorong agar program serupa dapat terus berkelanjutan dan kapasitasnya ditingkatkan. Ia menekankan bahwa keberlangsungan kegiatan ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat.
Wali Kota mengimbau seluruh warga Kota Padang, termasuk para perantau yang memiliki rezeki lebih, untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS.
“Dengan meningkatnya kesadaran berzakat, manfaat yang dirasakan masyarakat bisa semakin luas dan berkelanjutan,” tambah Fadly.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Padang, Yuspardi, menyampaikan bahwa program Khitan Gratis XI tahun ini menargetkan 1.400 anak sebagai penerima manfaat. Layanan dibuka secara bertahap hingga 27 Desember 2025.
Yuspardi melaporkan tingginya antusiasme masyarakat. Hingga hari pelaksanaan, lebih dari 1.095 anak telah mendaftar, namun kesempatan masih terbuka hingga target terpenuhi.
“Bagi warga yang belum mendaftar, pendaftaran masih dibuka sampai 27 Desember atau sampai kuota 1.400 peserta terpenuhi,” jelas Yuspardi.
Program ini diharapkan tidak hanya mendukung kesehatan dan syariat Islam, tetapi juga menjadi hadiah bermanfaat bagi anak-anak yatim dan dhuafa di masa liburan sekolah mereka.(des*)






