Jakarta – Polytron semakin serius menggarap pasar kendaraan listrik (EV) di tanah air. Langkah ini dibuktikan dengan peresmian tiga pusat layanan sekaligus yang berlokasi di Jakarta Timur, Bekasi, dan Bandung. Ekspansi ini bertujuan untuk memudahkan akses konsumen terhadap mobilitas ramah lingkungan sekaligus menghapus keraguan terkait layanan purnajual.
Melalui fasilitas baru ini, pelanggan dapat merasakan pengalaman one-stop service, mulai dari sesi konsultasi, uji coba unit Polytron G3 dan G3+, hingga perawatan rutin yang ditangani oleh teknisi ahli dengan jaminan ketersediaan suku cadang asli.
Inovasi Layanan EVA: Teman Setia di Perjalanan
Sebagai terobosan baru, Polytron meluncurkan Emergency Vehicle Assistance (EVA). Ini merupakan layanan bantuan darurat yang siaga 24 jam penuh bagi pemilik Polytron G3 Series. Menariknya, layanan ini diberikan secara cuma-cuma selama tiga tahun pertama masa kepemilikan.
Beberapa fasilitas yang tercakup dalam layanan EVA antara lain:
Layanan Derek (Towing): Mengantar mobil ke bengkel resmi atau titik aman.
Bantuan Teknis: Penanganan ban kempes, masalah baterai, hingga jasa kunci (locksmith).
Akses Pengisian Daya: Pengantaran kendaraan ke SPKLU terdekat jika kehabisan daya.
Keamanan Ekstra: Penyediaan ambulans gratis khusus untuk situasi kecelakaan.
Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyatakan bahwa faktor keamanan dan kenyamanan adalah prioritas utama dalam memperkenalkan teknologi baru. “Kehadiran EVA adalah bukti komitmen kami untuk membangun kepercayaan jangka panjang dengan konsumen melalui dukungan purnajual yang menyeluruh,” ujarnya pada Jumat (19/12).
Mendukung Target Emisi Nol Bersih
Ekspansi ini dilakukan di saat tren kendaraan listrik di Indonesia sedang menanjak. Merujuk data Gaikindo, pangsa pasar mobil listrik berbasis baterai (BEV) kini telah menyentuh angka 9,8 persen dari total penjualan otomotif nasional dan diprediksi akan terus tumbuh melampaui 10 persen pada tahun ini.
Ke depannya, Polytron berencana untuk menambah jaringan hingga total delapan showroom di berbagai kota besar. Upaya masif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060, dengan memastikan infrastruktur pendukung kendaraan rendah emisi semakin merata dan mudah dijangkau oleh masyarakat luas.(BY)






