Jakarta – Saat membuat gorengan, kebanyakan orang langsung memilih tepung terigu atau tepung beras sebagai bahan utama. Padahal, ada satu jenis tepung lain yang juga bisa dimanfaatkan untuk hasil gorengan yang lebih renyah, yaitu tepung tapioka.
Tepung tapioka, yang dikenal pula dengan sebutan tepung kanji atau aci, berasal dari pati umbi singkong. Dalam kuliner tradisional, bahan ini sering digunakan untuk menghasilkan tekstur kenyal, seperti pada pempek, cilok, dan berbagai jajanan berbahan dasar pati.
Tak hanya memberikan efek kenyal, tepung tapioka juga kerap dimanfaatkan sebagai pengental dalam masakan berkuah. Beberapa hidangan seperti capcay atau seblak bertekstur kental biasanya menambahkan tepung ini sebagai bahan pendukung.
Tepung Tapioka untuk Gorengan
Lalu, apakah tepung tapioka cocok digunakan untuk gorengan? Jawabannya, bisa. Berdasarkan berbagai referensi kuliner, tepung tapioka memiliki karakteristik yang serupa dengan tepung beras dalam menghasilkan tekstur garing pada lapisan gorengan.
Keunggulan utama tepung tapioka terletak pada kemampuannya menjaga kerenyahan lebih lama, bahkan ketika gorengan sudah berada pada suhu ruang atau mulai dingin.
Meski demikian, tepung tapioka tidak dianjurkan digunakan sebagai bahan tunggal. Untuk hasil terbaik, perlu dikombinasikan dengan tepung lain seperti tepung terigu dan tepung beras.
Tepung terigu berfungsi sebagai bahan dasar yang serbaguna, sedangkan tepung beras membantu menciptakan lapisan goreng yang kering dan renyah. Penambahan tepung tapioka akan memperkuat tekstur kriuk dan membuatnya lebih tahan lama.
Komposisi Tepung yang Dianjurkan
Berikut takaran campuran tepung yang ideal untuk membuat adonan gorengan:
200 gram tepung terigu
50 gram tepung beras
25 gram tepung tapioka
Dengan perbandingan tersebut, gorengan akan memiliki tekstur renyah di luar dan tetap nikmat meski sudah dingin.(BY)






