Minum Susu Oat Setiap Hari? Ini Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Susu oat ternyata bisa menimbulkan berbagai dampak kesehatan jika dikonsumsi setiap hari.
Susu oat ternyata bisa menimbulkan berbagai dampak kesehatan jika dikonsumsi setiap hari.

JakartaSusu oat semakin populer sebagai pilihan pengganti susu sapi, terutama bagi mereka yang menghindari produk hewani atau memiliki masalah pencernaan tertentu. Minuman nabati ini mengandung serat, vitamin, dan mineral yang dinilai baik untuk konsumsi harian.

Meski demikian, mengonsumsi susu oat setiap hari tidak selalu cocok untuk semua orang. Dalam kondisi tertentu, kebiasaan ini justru dapat menimbulkan efek samping yang perlu diwaspadai. Berikut sejumlah potensi dampak konsumsi susu oat secara rutin, dirangkum dari berbagai sumber kesehatan.

Efek Samping Minum Susu Oat Setiap Hari
1. Risiko alergi

Walau jarang terjadi, sebagian orang bisa mengalami alergi terhadap oat. Gejalanya dapat berupa rasa gatal, kemerahan pada kulit, atau iritasi. Dalam kasus ekstrem, reaksi alergi berat seperti kesulitan bernapas dapat muncul.

Selain bahan utamanya, reaksi alergi juga dapat disebabkan oleh zat tambahan dalam susu oat, misalnya xanthan gum, yang pada sebagian orang memicu gangguan pencernaan.

2. Perut terasa penuh dan tidak nyaman

Oat dikenal baik untuk sistem pencernaan, tetapi kandungan seratnya yang cukup tinggi bisa menyebabkan kembung atau rasa tidak nyaman, terutama pada orang yang sensitif.

Bagi penderita celiac, kandungan protein avenin dalam oat dapat memicu reaksi mirip gluten. Selain itu, beberapa produk susu oat mengandung emulsifier yang berpotensi memengaruhi keseimbangan bakteri usus.

3. Konsumsi gula berlebih

Tidak semua susu oat diproduksi tanpa pemanis. Banyak produk menambahkan gula untuk meningkatkan cita rasa. Jika dikonsumsi berlebihan, gula tambahan dapat meningkatkan risiko obesitas, gangguan gigi, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan label kandungan gula sebelum membeli produk susu oat.

4. Kandungan karbohidrat cukup tinggi

Dibandingkan susu nabati lain, susu oat mengandung karbohidrat yang lebih tinggi. Meski sebagian besar berupa karbohidrat kompleks, konsumsi berlebihan tetap dapat berpengaruh pada berat badan dan energi tubuh.

Dengan indeks glikemik kategori sedang, susu oat dapat memengaruhi kadar gula darah jika diminum dalam jumlah besar, terutama tanpa dikombinasikan dengan makanan lain. Hal ini perlu diperhatikan oleh penderita diabetes.

5. Potensi kontaminasi gluten atau kedelai

Secara alami, oat bebas gluten. Namun, proses produksi di fasilitas yang sama dengan gandum dapat menyebabkan kontaminasi silang. Beberapa produk juga berisiko terpapar kedelai.

Bagi individu dengan alergi atau intoleransi tertentu, memilih susu oat dengan label bebas gluten dan informasi alergen yang jelas sangat dianjurkan.

6. Kandungan bahan tambahan

Sebagian susu oat mengandung minyak nabati, garam, pengental, hingga pengawet. Bagi orang yang menjalani diet rendah natrium atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, kandungan ini patut diperhatikan.

Beberapa produk juga mengandung stabilizer seperti dipotassium phosphate, yang pada penderita gangguan ginjal berpotensi berdampak negatif terhadap kesehatan tulang dan jantung.

7. Tidak dianjurkan untuk bayi

Susu oat tidak cocok diberikan kepada bayi di bawah usia satu tahun karena tidak memenuhi kebutuhan nutrisi penting, seperti protein dan lemak untuk pertumbuhan.

Pada anak usia di atas satu tahun, susu oat boleh dikonsumsi, tetapi sebaiknya tidak dijadikan pengganti utama susu sapi tanpa pertimbangan gizi dan saran tenaga kesehatan.(BY)