Waspada, Pola Makan Ini Bisa Mempercepat Kerusakan Mata

Beberapa jenis makanan dapat mempercepat penurunan fungsi penglihatan. Berikut jenis makanan yang bikin rusak mata dan harus dihindari.
Beberapa jenis makanan dapat mempercepat penurunan fungsi penglihatan. Berikut jenis makanan yang bikin rusak mata dan harus dihindari.

Jakarta – Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan mata ketika penglihatan mulai bermasalah. Padahal, kemampuan melihat dengan jelas sangat berpengaruh terhadap aktivitas harian dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Selain faktor usia dan keturunan, asupan makanan memiliki peran besar dalam menjaga fungsi penglihatan. Pola makan yang kurang sehat dapat mempercepat kerusakan mata, terutama jika didominasi oleh makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan garam. Jenis makanan tertentu bahkan dapat mengganggu aliran darah ke mata sehingga suplai oksigen dan nutrisi penting berkurang.

Dikutip dari berbagai sumber kesehatan mata seperti Eyesight Associates dan Assil Eye Institute of Los Angeles, berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi karena berpotensi merusak kesehatan mata jika dikonsumsi berlebihan.

1. Minuman berpemanis

Minuman bersoda, teh kemasan, minuman energi, hingga jus instan mengandung gula dalam jumlah sangat tinggi. Asupan gula berlebih meningkatkan risiko diabetes tipe 2, yang erat kaitannya dengan retinopati diabetik—salah satu penyebab utama gangguan penglihatan serius.

Konsumsi rutin minuman manis dapat merusak pembuluh darah halus di retina akibat lonjakan gula darah yang berulang, sehingga ketajaman penglihatan perlahan menurun.

2. Fast food dan gorengan

Kentang goreng, ayam tepung, burger, dan makanan sejenis kaya akan lemak jenuh serta lemak trans. Lemak ini dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menyumbat pembuluh darah, termasuk yang memasok nutrisi ke mata.

Jika aliran darah ke retina terganggu dalam jangka panjang, risiko degenerasi makula pun meningkat. Tak heran bila gorengan sering disebut sebagai pemicu gangguan mata dalam pola makan modern.

3. Daging olahan

Sosis, kornet, dan daging asap mengandung natrium yang tinggi. Konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah kecil di mata.

Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu gangguan seperti retinopati akibat hipertensi atau kebocoran pembuluh darah retina. Oleh karena itu, konsumsi daging olahan sebaiknya dibatasi.

4. Karbohidrat sederhana

Roti putih, nasi putih, dan pasta termasuk karbohidrat olahan yang cepat meningkatkan kadar gula darah. Kondisi ini dapat memicu peradangan kronis dan mempercepat penuaan sel, termasuk sel-sel pada mata.

Sejumlah penelitian mengaitkan pola makan tinggi indeks glikemik dengan meningkatnya risiko degenerasi makula terkait usia. Mengganti karbohidrat olahan dengan gandum utuh atau beras merah dapat membantu menjaga kesehatan mata.

5. Makanan kalengan dan instan

Produk seperti sup instan, makanan kaleng, dan saus botolan biasanya mengandung natrium serta bahan pengawet dalam jumlah tinggi. Kelebihan garam dapat menyebabkan penumpukan cairan di sekitar retina dan mengganggu kemampuan mata dalam memproses cahaya.

Selain itu, zat tambahan buatan juga berpotensi meningkatkan stres oksidatif yang mempercepat kerusakan sel mata.

6. Margarin dan lemak trans

Sebagian margarin mengandung lemak trans yang dapat mempersempit pembuluh darah. Kondisi ini tidak hanya berdampak buruk pada jantung, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan mata seperti glaukoma dan kerusakan saraf optik.

Sebagai alternatif, penggunaan minyak sehat seperti minyak zaitun atau canola lebih dianjurkan.

7. Camilan tinggi gula

Kue, donat, permen, dan es krim memang menggoda, namun konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan sistemik. Peradangan ini mempercepat proses oksidasi yang merusak lensa dan retina mata.

Jika dikonsumsi terus-menerus, makanan manis dapat memperburuk gangguan penglihatan dan mempercepat penurunan fungsi mata.

Dengan mengurangi asupan makanan yang berpotensi merusak mata, Anda membantu menjaga kesehatan retina, menstabilkan tekanan darah, serta memperlambat proses penuaan alami pada mata. Pola makan seimbang tetap menjadi salah satu kunci utama untuk mempertahankan penglihatan yang sehat hingga usia lanjut.(BY)