Jakarta – Kesuburan bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan. Faktor gaya hidup pada pria, termasuk pola makan sehari-hari, memiliki peran besar dalam menentukan kualitas sperma dan peluang kehamilan.
Upaya merencanakan kehamilan idealnya dilakukan bersama. Pada pria, kesehatan organ reproduksi, kualitas sperma, waktu istirahat, serta asupan nutrisi perlu mendapat perhatian khusus. Tanpa disadari, beberapa jenis makanan justru dapat berdampak negatif terhadap kesuburan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa asupan tertentu dapat memengaruhi jumlah, pergerakan, hingga bentuk sperma. Ketika kualitas sperma menurun, peluang terjadinya pembuahan pun ikut berkurang.
Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi oleh pria demi menjaga kesehatan reproduksi.
1. Daging olahan dan makanan cepat saji
Produk seperti sosis, bacon, ham, dan salami umumnya mengandung lemak trans, kadar garam tinggi, serta bahan pengawet. Kandungan tersebut berpotensi menurunkan kualitas sperma.
Makanan cepat saji juga dapat memicu peradangan dalam tubuh yang berdampak pada penurunan jumlah dan kemampuan gerak sperma.
2. Produk susu tinggi lemak
Susu full cream dan beberapa jenis keju berlemak tinggi dikaitkan dengan gangguan keseimbangan hormon. Lemak jenuh berlebih dapat menekan kadar testosteron, yang pada akhirnya memengaruhi produksi sperma.
3. Ikan dengan kandungan merkuri tinggi
Tidak semua ikan aman dikonsumsi secara berlebihan. Beberapa jenis, seperti ikan pedang dan tuna tertentu, diketahui mengandung merkuri dalam kadar tinggi.
Paparan merkuri berlebih dapat merusak DNA sperma serta mengganggu bentuk dan pergerakannya, sehingga berpotensi menurunkan kesuburan.
4. Minuman beralkohol
Konsumsi alkohol sesekali masih dapat ditoleransi, namun jika diminum berlebihan dan dalam jangka panjang, alkohol dapat menghambat proses pembentukan sperma serta menurunkan kualitasnya.
5. Kedelai dan olahannya
Kedelai mengandung isoflavon, yaitu senyawa fitoestrogen yang memiliki efek menyerupai hormon estrogen. Asupan kedelai berlebihan dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan hormon pria dan berdampak pada jumlah sperma.
6. Minuman berenergi dan kafein berlebih
Minuman energi biasanya mengandung kafein dalam kadar tinggi. Konsumsi kafein berlebihan dikaitkan dengan penurunan jumlah sperma serta gangguan pada materi genetik sperma.
Saat menjalani program kehamilan, asupan kafein sebaiknya dibatasi, termasuk dari kopi dan minuman berkafein lainnya.
7. Minuman manis dan pemanis buatan
Minuman dengan tambahan gula atau pemanis buatan dapat memicu peradangan dan stres oksidatif dalam tubuh. Kondisi ini berisiko menurunkan kualitas, jumlah, dan daya gerak sperma.
Dengan mengatur pola makan yang lebih sehat dan seimbang, pria dapat meningkatkan kualitas sperma sekaligus mendukung keberhasilan program kehamilan bersama pasangan.(BY)






