Blog  

13 Dokter Spesialis Bengkulu Selatan Dilaporkan ke Inspektorat, Kasusnya Buat Kita Melongo

dr. Debi Utomo
Direktur RSUD HD Manna, dr. Debi Utomo

Bengkulu Selatan, fajarharapan.id – Sebanyak 13 dokter spesialis di Bengkulu Selatan dilaporkan ke Inspektorat, karena diduga kurang maksimal melaksanakan tugas, sekalian buntut salah seorang dokter spesialis mata tidak mau melakukan operasi pasien di RSUD HD Damrah Manna.

Akibatnya Rumah Sakit Umum Daerah Hasanuddin (RSUD HD) Damrah Manna dapat sorotan. Salah seorang dokter spesialis mata tidak mau melakukan operasi di RS tersebut malah mengarahkan ke klinik yang ia miliki.

Kepala Inspektorat Bengkulu Selatan, Hamdan Sarbaini kepada wartawan, Selasa (18/7/2023), menjelaskan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), para dokter juga akan diperiksa untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam menjalankan tugas mereka.

“Kami telah menerima laporan dari masyarakat dan akan memantau perkembangan situasi. Jika tidak terjadi perubahan, tindakan lebih lanjut akan dilakukan. Karena sebagai ASN, mereka berkewajiban memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkap Hamdan Sarbaini.

Inspektorat Bengkulu Selatan mendapatkan laporan dari masyarakat yang mengeluhkan tentang sulitnya menemui para dokter saat jam pelayanan di RSUD HD Damrah Manna.

Sebagai langkah tindak lanjut, para dokter ini akan terus diawasi untuk memastikan pelayanan medis yang lebih baik di rumah sakit tersebut.

Pemkab Bengkulu Selatan sebelumnya telah menyiapkan tambahan penghasilan melalui TPP (Tunjangan Prestasi Pegawai), dengan harapan para dokter dapat memberikan kinerja terbaik mereka.

Berdasarkan laporan masyarakat yang masuk, Inspektorat Bengkulu Selatan mengambil langkah cepat untuk mengevaluasi kinerja para dokter spesialis di RSUD HD Damrah Manna.

Kepala Inspektorat Hamdan Sarbaini menegaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan dan dedikasi para dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.

Sebagai salah satu upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan, Pemkab Bengkulu Selatan telah menyediakan tambahan penghasilan melalui Tunjangan Prestasi Pegawai (TPP) untuk para dokter.

TPP diharapkan akan menjadi insentif bagi mereka untuk meningkatkan kinerja dan memberikan layanan yang lebih baik.

Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan kualitas layanan kesehatan di RSUD HD Manna.

Meskipun adanya tantangan dan kritik terhadap kinerja para dokter, upaya ini tidak bertujuan untuk menyalahkan, melainkan untuk mendorong perbaikan sistem dan memberikan kesempatan bagi para dokter untuk berkinerja lebih baik.

Selain itu, Inspektorat juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap memberikan laporan jika menemui ketidakpuasan atau masalah terkait pelayanan medis di rumah sakit.

Masukan dari masyarakat sangat berharga dalam membantu pemerintah untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Hamdan menambahkan, pihaknya akan terus mengawasi dan melakukan monitoring secara rutin untuk memastikan pelayanan medis yang optimal di RSUD HD Manna. Diharapkan, langkah-langkah ini akan mendorong perbaikan signifikan dalam layanan kesehatan di rumah sakit dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan daerah.

Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk para dokter dan tenaga medis lainnya, dalam upaya bersama meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Situasi ini diharapkan akan menjadi momentum bagi semua pihak untuk berkolaborasi dan berinovasi guna menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik dan mampu memberikan pelayanan yang prima bagi seluruh masyarakat Bengkulu Selatan,” tutupnya. (sugi)