Aceh  

Empat Gajah Turun Tangan Atasi Dampak Banjir Aceh

Gajah-gajah dikerahkan untuk membantu warga dengan cara menarik dan mendorong kayu-kayu besar dan puing yang terbawa banjir.
Gajah-gajah dikerahkan untuk membantu warga dengan cara menarik dan mendorong kayu-kayu besar dan puing yang terbawa banjir.

JakartaKabupaten Pidie Jaya, Aceh, masih berupaya pulih setelah diterjang banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. Bencana ini menelan 28 korban jiwa dan merusak lebih dari 10.083 rumah warga.

Sebanyak 19.074 orang mengungsi di 76 titik penampungan. Pemerintah daerah sebelumnya telah menetapkan status darurat bencana selama 14 hari sejak kejadian.

Untuk mempercepat pencarian korban dan membersihkan sisa material banjir, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat gajah jinak ke Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Senin (8/12/2025).

Gajah-gajah yang berasal dari Saree, Aceh Besar ini membantu warga dengan menarik dan mendorong kayu besar menggunakan belalai, serta membersihkan puing-puing yang tersangkut di rumah-rumah penduduk.

Kepala Resort Wilayah Pidie BKSDA, Hadi Sofyan, menyatakan keberadaan gajah jinak sangat mendukung proses evakuasi dan pembersihan di sejumlah titik terdampak. “Empat gajah terlatih dari Saree kita turunkan untuk membersihkan puing-puing yang menutupi rumah warga akibat arus banjir. Target kami enam hari ke depan,” ujarnya.

Memasuki hari ke-12 pascabencana, beberapa warga mulai kembali ke rumah untuk menata sisa harta benda dan kendaraan yang terbawa banjir. Kehadiran gajah jinak ini menjadi simbol solidaritas dan harapan bagi masyarakat Pidie Jaya, menandai semangat pemulihan yang terus berjalan meski tantangan masih besar.(des*)