Agam  

Banjir Bandang dan Longsor di Agam Tewaskan Puluhan Warga

Petugas gabungan sedang mencari korban banjir bandang
Petugas gabungan sedang mencari korban banjir bandang

Agam – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam melaporkan jumlah korban meninggal akibat bencana alam di wilayah tersebut bertambah menjadi 86 orang, sementara 88 lainnya masih dinyatakan hilang.

“Data ini diperbarui pada pukul 19.30 WIB,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, di Lubuk Basung, Sabtu.

Ia merinci, korban meninggal tersebar di lima kecamatan. Di Kecamatan Malalak, banjir bandang yang melanda Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, menewaskan 10 warga: Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo, dan Ernawati.

Di Kecamatan Tanjung Raya, tanah longsor di Ariki, Nagari Dalko, merenggut dua nyawa, yakni Safarudin dan Emninar. Sementara di Kecamatan Matur, longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak, menewaskan satu warga bernama Rajibah.

Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yaitu 74 orang. Rinciannya:

Jorong Koto Alam – 21 orang, terdiri dari Rika, Mawar, Manik, Ranti, Aisyah, Sinyur, Erik, Siaih, Siem, Agusri, Khaidir, Revan, Zara, Uci Suna, Kasmawati, Safarudin, Nabila, Iwik, Widya Ningsih, Nalla, dan Nabila.

Jorong Sumbarang – 16 orang, yakni Zahara, Iyen, Sidem, Febi, Iseh, Dewi, Aguih, Azam, Iwik, Abibi, Tek Da, Simal, Heru, Mimi, Ratih, dan Sidan.

Kampuang Tangah – 7 orang, yaitu Befriana, Rumi, Asmawati, Jun, Edi Ajo, Bustaman, dan Leni.

Jorong Kampung Tangah Timur – 9 orang, yakni Memet, Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celsi, Alif, Yurboy, Pudin, dan Safianti.

“Seluruh jenazah telah dimakamkan di pemakaman keluarga,” tambah Rahmat.

Sementara itu, 88 orang masih dalam pencarian. Mereka tersebar di beberapa lokasi: tujuh warga di Jorong Toboh (Malalak Timur), satu orang terbawa arus Sungai Batang Antokan di Sikabu, Kampung Tangah (Lubuk Basung), dua korban longsor di Ariki, Nagari Dalko (Tanjung Raya), serta 78 warga di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

“Masih banyak korban yang belum ditemukan. Kami berharap seluruhnya bisa segera ditemukan,” ujarnya.

Upaya pencarian dilanjutkan pada Sabtu (29/11) pagi dengan melibatkan berbagai unsur: BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Satpol PP, Dinas Sosial, PMI, KSB, serta pemerintah kecamatan dan nagari.

Selain mencari korban, tim gabungan juga mengevakuasi warga yang terjebak akibat akses jalan yang terputus.

Seorang warga Salareh Aia, Eki, menceritakan detik-detik terjadinya banjir bandang pada Kamis (27/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Ia mendengar suara gemuruh keras yang membuat dirinya dan keluarga segera keluar rumah. Tak lama kemudian, banjir bandang melanda dan menghancurkan rumah-rumah warga.

“Saya dan keluarga langsung mencari tempat aman sehingga selamat. Setelah keadaan mereda, saya ikut membantu warga lain yang menjadi korban,” tuturnya.(des*)