Solok Selatan, fajarharapan.id – PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) menggelar pertemuan bersama para pemangku kepentingan dalam rangka penyusunan dan evaluasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk tahun 2025. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Gelora Energy Pekonina, Jumat (28/11/2025).
Kegiatan ini menjadi forum resmi bagi perusahaan untuk mendengarkan langsung masukan, kebutuhan, serta harapan dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintah daerah. Relation Superintendent PT SEML, Bujang Joan Dt. Maninjun, menyebut bahwa perusahaan berkomitmen menjaga keterbukaan dalam setiap penyusunan program CSR.
“Pertemuan ini penting untuk memastikan seluruh inisiatif sosial dan lingkungan perusahaan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan selaras dengan arah pembangunan daerah. Melalui forum ini, kami dapat mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah ke depan agar manfaatnya semakin optimal,” ujar Bujang Joan.
Camat Pauh Duo, Aik Wadenko, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada PT SEML. Ia menilai perusahaan telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan penyediaan fasilitas umum. Menurutnya, komitmen perusahaan terhadap pengembangan masyarakat setempat terlihat konsisten dari tahun ke tahun.
“Kami mengapresiasi SEML karena program CSR yang mereka jalankan benar-benar dirasakan masyarakat. Mulai dari bantuan pendidikan, dukungan untuk layanan kesehatan, hingga pembangunan fasilitas publik, semuanya memberikan dampak positif,” kata camat.
Humas Relation PT SEML, M. Roza, menambahkan bahwa stakeholder meeting ini dihadiri berbagai unsur strategis. Mereka yang hadir meliputi organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Solok Selatan, Bank Nagari, tokoh masyarakat, wali nagari se-Kecamatan Pauh Duo, tokoh adat, insan pers, dan sejumlah undangan lainnya. Menurutnya, kehadiran berbagai pihak itu menunjukkan kuatnya kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat.
“Kolaborasi adalah kunci utama. Program CSR tidak bisa berjalan maksimal tanpa komunikasi dan partisipasi dari seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Roza.
Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif, dengan sejumlah rekomendasi program prioritas disampaikan secara langsung. Hasil pertemuan ini akan menjadi dasar bagi perusahaan dalam menyusun peta kerja CSR untuk tahun mendatang.(Sdw)






