6 Mayat Korban Banjir Bandang di Padang Panjang Ditemukan, 17 Orang Dilaporkan Hilang

Petugas mengevakuasi korban selamat banjir bandang di Jembatan Kembar Padang Panjang, Jumat (28/11/2025).
Petugas mengevakuasi korban selamat banjir bandang di Jembatan Kembar Padang Panjang, Jumat (28/11/2025).

Padang Panjang, fajarharapan.id – Data sementara 17 orang dilaporkan hilang akibat bencana banjir bandang yang melanda kawasan Jembatan Kembar, batas Kota Padang Panjang, pada Kamis, 27 November 2025.

Hingga Jumat (28/11), Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Padang Panjang telah menerima 10 laporan resmi dari warga bahwa anggota keluarga yang belum ditemukan dan diduga jadi korban bencana alam banjir bandang tersebut.

Informasi tersebut disampaikan petugas Pusdalops PB BPBD Kota Padang Panjang , Jumat (28/11). Data sementara, enam korban meninggal dunia telah ditemukan pada Kamis (27/11) di wilayah Kayu Tanam dan Lembah Anai, kawasan Mega Mendung.

Korban meninggal dunia yang sudah teridentifikasi adalah Nilmawati, warga RT 20 Silaing Bawah, Padang Panjang.
Riki Saputra warga Jorong Aia Mancua, Nagari Singgalang, Kabupaten Tanah Datar, Junimart warga RT 20 Silaing Bawah, Padang Panjang, Agung Purnomo, PLN Bukittinggi, Sel i Marta Putri warga Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok dan Roby Hendaryo, alamat Jorong Saruaso Timur, Kec. Tanjuang Ameh, Tanah Datar. Seluruh jenazah sudah diserahkan kepada keluarga bersangkutan untuk dimakamkan.

Dari 10 pelapor, jumlah orang yang dilaporkan hilang sampai Jumat (28/11) 17 orang. Pelapor mengaku kehilangan kontak sejak Kamis siang pasca kejadian. Orang hilang tersebut berasal dari berbagai daerah di Sumbar. Saat musibah terjadi mereka diduga berada di lokasi bencana.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih melakukan pencarian di sejumlah titik terdampak dan sepanjang aliran Barang Anai. BPBD mengimbau masyarakat agar segera melapor jika ada anggota keluarga yang belum diketahui keberadaannya. (syam)