Padang Pariaman – Sejumlah kawasan Sumatera Barat dilanda banjir dan tanah longsor, akibat intensitas curah hujan cukup tinggi. Termasuk daerah Kabupaten Padang Pariaman juga dikepung bencana banjir dan tanah longsor cukup besar kali ini.
Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Sabtu (22/11/2025) hingga Senin pagi (24/11/2025) membuat wilayah ini dilanda banjir, longsor, dan jalan amblas di berbagai nagari.
Air bah dan tanah bergerak menghantam pemukiman, fasilitas publik, hingga jalur vital masyarakat.
Data mutakhir BPBD Padang Pariaman per Minggu malam (23/11/2025) mencatat 15 nagari di 11 kecamatan terdampak, menjadikan bencana kali ini salah satu yang paling luas sebarannya dalam beberapa tahun terakhir.
Sebanyak 438 kepala keluarga terdampak langsung. Sama jumlahnya, 438 rumah terendam, dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 100 cm. Dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Dampaknya meluas ke lahan pertanian sekitar 93 hektare sawah dan kebun terendam. Ini mengancam mata pencaharian warga di tengah musim tanam.
Infrastruktur pun tak luput dari kerusakan adalah 2 ruas jalan rusak parah, termasuk jalan utama di depan RSUD Padang Pariaman menuju Polres Padang Pariaman yang amblas di Nagari Parik Malintang.
Kemudian, ada 2 jembatan rusak, menyebabkan akses antarwilayah tersendat. Dan, 1 fasilitas pendidikan, SDN 10 Batang Gasan, rusak akibat sapuan tanah longsor.
Sedangkan tanah longsor tercatat di 5 titik, termasuk di Nagari Anduriang dan Nagari Sikucua Barat, menimbun badan jalan menyebakan terputus akses masyarakat.
Tim gabungan BPBD, TNI–Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi, membersihkan akses jalan, dan menyalurkan bantuan darurat ke lokasi-lokasi yang terisolasi.
Padang Pariaman saat ini berada dalam status kesiapsiagaan tinggi, mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di kawasan bantaran sungai dan lereng bukit untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor jika terjadi tanda-tanda bahaya.
Bencana ini kembali menjadi pengingat bahwa kerentanan alam Padang Pariaman menuntut respons cepat, sistematis, dan kolaboratif, demi memastikan keselamatan masyarakat tetap berada di garis teratas.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman yang dihubungi pada Senin pagi (24/11/2025) menyebutkan bahwa taksiran kerugian material masih dalam proses pendataan.
“Namun indikasi awal menunjukkan angka kerusakan akan cukup besar mengingat luas wilayah terdampak. Kita masih menghimpun data yang masuk dari sejumlah Nagari yang terdampak,” sebutnya.(ajo).






