Jakarta – Banyak tanaman yang dianggap rumput liar ternyata menyimpan manfaat besar bagi kesehatan. Salah satunya adalah ciplukan (Physalis angulata), tanaman yang kerap tumbuh di pekarangan dan sering tidak dilirik. Padahal, bukan hanya buahnya yang bernutrisi, bagian daunnya pun mengandung berbagai senyawa penting seperti serat, kalium, flavonoid, serta antioksidan.
Berikut rangkuman berbagai khasiat daun ciplukan yang telah diteliti:
1. Membantu Pemulihan Luka Lebih Cepat
Daun ciplukan terbukti mendukung penyembuhan luka gores maupun sayatan kecil.
Senyawa aktif: Kandungan flavonoid dan tanin pada daun ini berperan mempercepat regenerasi jaringan, meningkatkan produksi kolagen, serta merangsang pembentukan pembuluh darah baru.
Manfaat tambahan: Sifat antiinflamasinya membantu meredakan bengkak dan mengurangi nyeri sehingga luka lebih cepat pulih.
2. Berkontribusi Menurunkan Kadar Gula Darah
Tanaman ciplukan dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menjaga kadar glukosa tubuh.
Efek penurun gula: Buah dan akarnya mengandung withangulatin A yang dikenal memiliki kemampuan menurunkan gula darah.
Kemungkinan mekanisme: Daun ciplukan diperkirakan dapat meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki kinerja pankreas, dan mendukung penyerapan glukosa oleh jaringan otot.
3. Mengurangi Peradangan Jangka Panjang
Bagi penderita radang sendi, pegal, atau inflamasi kronis, daun ciplukan bisa menjadi solusi alami.
Cara kerja: Senyawa di dalamnya menghambat jalur enzim yang memicu peradangan.
Efeknya: Nyeri berangsur turun, pembengkakan mereda, dan tubuh lebih nyaman — cocok sebagai pendamping pengobatan rematik atau cedera otot ringan.
4. Potensi Menghambat Perkembangan Sel Kanker
Beberapa penelitian menyebut daun ciplukan memiliki aktivitas antikanker.
Aksi antikanker: Ekstraknya dapat memicu kematian sel kanker (apoptosis), terutama pada kanker serviks dan retinoblastoma.
Senyawa kunci: Physalin B menunjukkan efek kuat terhadap beberapa jenis kanker seperti paru, payudara, kolon, dan prostat.
5. Bersifat Antibakteri Alami
Di tengah meningkatnya resistensi antibiotik, daun ciplukan muncul sebagai alternatif herbal.
Temuan penelitian: Ekstrak etanol tanaman ini mampu menghambat bakteri seperti Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, dan Pseudomonas aeruginosa.
Komponen aktif: Physalin B, D, dan F efektif melawan bakteri penyebab infeksi, termasuk E. coli dan Listeria monocytogenes.
6. Berpotensi Menjadi Pendamping Pengobatan Tuberkulosis (TB)
Penemuan baru: Senyawa phytofluene dari ciplukan diketahui berikatan kuat dengan protein penting pada bakteri TB.
Indikasi awal: Dalam simulasi, kekuatannya bahkan dibandingkan dengan obat isoniazid, menjadikannya kandidat menarik untuk riset terapi tambahan TB resisten obat.
7. Mendukung Kesehatan Saraf dan Otak
Daun ciplukan juga memiliki efek melindungi sel saraf.
Perlindungan otak: Antioksidannya membantu menekan stres oksidatif dan mencegah kerusakan sel di area hipokampus.
Potensi manfaat: Menghambat enzim pemecah asetilkolin dan mengurangi peradangan saraf, sehingga membantu menjaga fungsi kognitif.
Cara Tradisional Menggunakan Daun Ciplukan
Untuk nyeri sendi: Campurkan daun ciplukan dengan kapur sirih lalu tempelkan pada area yang sakit.
Untuk keluhan jantung: Blender sekitar 40 helai daun tanpa tambahan apa pun, lalu konsumsi langsung. Bisa juga dimakan mentah setelah dicuci.
Untuk asma: Rebus daun dan batangnya kemudian minum air rebusannya. Alternatif lain, lumatkan daun dengan kapur sirih dan oleskan ke dada, perut, serta punggung.
Untuk kurap: Tumbuk daun hingga halus lalu aplikasikan pada kulit yang terinfeksi.(BY)






