Emisi Berhasil Dipangkas 390 Ribu Ton, KPI Lampaui Target Dekarbonisasi 2025

Upaya dekarbonisasi pada sektor pengolahan energi nasional menunjukkan hasil signifikan.
Upaya dekarbonisasi pada sektor pengolahan energi nasional menunjukkan hasil signifikan.

Jakarta – Upaya pengurangan emisi di sektor pengolahan energi nasional menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Hingga Oktober 2025, sektor ini berhasil menekan emisi karbon sekitar 390 ribu metrik ton CO₂e, melampaui sasaran tahunan yang dipatok sebesar 370 ribu metrik ton CO₂e.

Capaian yang sudah berada di angka 105% dari target tersebut menjadi indikasi bahwa penerapan teknologi rendah karbon serta langkah efisiensi energi yang dijalankan perusahaan berjalan efektif dan terukur, sekaligus mendukung komitmen menuju Net Zero Emission pada 2060.

Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla, menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan cerminan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi dekarbonisasi, khususnya pengurangan emisi di operasi kilang atau emisi lingkup satu.

“Pencapaian ini bukan sekadar data, melainkan bukti bahwa inisiatif efisiensi energi dan inovasi teknologi yang kami terapkan benar-benar memberi hasil. Dekarbonisasi sudah menjadi bagian dari strategi jangka panjang, bukan lagi proyek sesaat,” ujar Milla, Jumat (21/11/2025).

Untuk menurunkan emisi, KPI menjalankan sejumlah pendekatan, seperti peningkatan efisiensi energi di kilang, penggunaan sumber energi rendah karbon, hingga inovasi yang menekan konsumsi energi operasional.

Menurut Milla, berbagai modifikasi pada unit operasi terus dilakukan agar penggunaan energi semakin efisien. Salah satu terobosan tersebut adalah penerapan Flare Gas Recovery System (FGRS), teknologi yang memungkinkan gas sisa pengolahan minyak yang sebelumnya dibakar di flare dapat dimanfaatkan kembali, sehingga mengurangi emisi hasil pembakaran.

Selain itu, program dekarbonisasi juga diperkuat dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah kilang. Teknologi energi terbarukan ini mampu menurunkan emisi lebih dari 3.500 ton CO₂e per tahun. PLTS KPI telah beroperasi di Kilang Balikpapan, Dumai, Plaju, Cilacap, dan Balongan, dengan kapasitas total mencapai 12,37 MWp. Selain menekan emisi, pemanfaatan PLTS turut menurunkan kebutuhan energi operasional.

“Pemanfaatan PLTS bukan hanya soal teknologi, tetapi juga komitmen kami terhadap energi bersih dan keberlanjutan,” tambahnya.

KPI juga terus memperluas penggunaan gas bumi sebagai bahan bakar alternatif kilang. Penggunaan gas sejalan dengan upaya untuk mengurangi refinery fuel oil, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai pelaku industri kilang yang berorientasi pada keberlanjutan.

Milla menjelaskan, dengan performa yang sudah melampaui target hingga Oktober, KPI optimistis realisasi penurunan emisi akan semakin besar pada akhir tahun. Ia menegaskan bahwa seluruh program dekarbonisasi akan terus dipercepat sesuai prinsip ESG (Environment, Social & Governance).

“Peta jalan dekarbonisasi KPI sudah disusun dan menjadi arah kami ke depan. Kami yakin, ketahanan energi nasional dapat berjalan beriringan dengan upaya dekarbonisasi. Ini langkah penting untuk keberlanjutan,” tutupnya.(BY)