Agam  

42 Personel Dikerahkan Pantau Jalur Rawan Kecelakaan

Kapolres Agam AKBP Muari sedang memasang pita dimulainya Operasi Zebra Singgalang 2025
Kapolres Agam AKBP Muari sedang memasang pita dimulainya Operasi Zebra Singgalang 2025

LubukbasungKepolisian Resor Agam, Sumatera Barat, menetapkan tiga titik rawan kecelakaan sebagai fokus utama dalam Operasi Zebra Singgalang 2025.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pencegahan serta penegakan hukum demi menekan angka kecelakaan di wilayah tersebut.

Kapolres Agam AKBP Muari, didampingi Kabag Ops Kompol B. Mendrofa, mengatakan bahwa ketiga titik tersebut dipilih karena selama ini kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas.

“Area ini termasuk kategori rawan, sehingga pengawasan akan kita intensifkan dengan menempatkan personel secara khusus,” ujar Muari di Lubukbasung, Senin.

Ia merinci, titik rawan tersebut berada di ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Padang dan Pasaman Barat, mulai dari Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, hingga Salareh Aia di Kecamatan Palembayan. Selain itu, kawasan sepanjang Maninjau di Kecamatan Tanjung Raya serta ruas jalan Kelok 44 juga menjadi prioritas pengawasan.

“Kita akan menerapkan langkah preventif sekaligus melakukan penindakan hukum apabila ditemukan pelanggaran di titik-titik tersebut,” jelasnya.

Dalam Operasi Zebra Singgalang 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025, Polres Agam mengerahkan sebanyak 42 personel. Operasi ini ditujukan untuk menekan angka kecelakaan dan pelanggaran, meningkatkan disiplin masyarakat, serta menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib (Kamseltibcarlantas).

“Kami akan melakukan patroli, sosialisasi, dan berbagai upaya lainnya agar kecelakaan maupun pelanggaran dapat diminimalkan,” tambah Muari.(des*)