Padang – Pengusaha muda asal Kota Padang, Braditi Moulevey, kembali mencuri perhatian publik lewat upayanya membangun kolaborasi lintas sektor yang konsisten.
Dalam berbagai kesempatan, termasuk saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Padang periode 2025-2028, Moulevey tampil sebagai sosok yang mendorong sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
Pelantikan BPC HIPMI Padang yang berlangsung di Grand Basko Hotel, Senin (10/11/2025), dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, serta sejumlah tokoh penting, termasuk pengusaha terkenal asal Minang, Basrizal Koto (Basko).
Di bawah kepemimpinan Wendoky Putra Basko, HIPMI Padang mengusung tema “HIPMI Padang Bergerak: Tumbuh dan Maju Bersama untuk Kejayaan Kota Padang,” sebagai semangat baru organisasi.
Bagi Braditi Moulevey, mantan Ketua BPC HIPMI Padang periode 2009-2012, momentum ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran HIPMI sebagai wadah strategis dalam membangun ekosistem usaha lokal.
“HIPMI Padang harus menjadi rumah bagi pengusaha muda, tempat bertukar gagasan dan mengembangkan potensi ekonomi daerah secara kreatif dan berintegritas,” ujar Moulevey, yang akrab disapa Levi.
Selain aktif di HIPMI, Levi kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (Sekjen DPP IKM), yang berperan menjembatani kolaborasi antara perantau Minang di dalam dan luar negeri. Kedekatannya dengan Wali Kota Fadly Amran menjadi kekuatan tambahan dalam kiprahnya, terbukti dari interaksi hangat saat pelantikan yang menegaskan hubungan persahabatan mereka sejak muda.
Dalam suasana santai, Levi memberikan sejumlah masukan konstruktif terkait arah pembangunan Kota Padang, terutama pengembangan sektor usaha dan investasi. Wali Kota Fadly menilai masukan tersebut sangat berharga karena Levi memahami karakter lokal sekaligus memiliki wawasan nasional.
Data Pemerintah Kota Padang menunjukkan tren positif dalam dunia usaha, dengan jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) meningkat dari 2.600 pada 2023 menjadi lebih dari 10.000 pada 2024. Lonjakan ini juga diikuti peningkatan usaha bersertifikat halal hingga delapan kali lipat.
Levi menekankan bahwa pertumbuhan tersebut harus didukung kebijakan yang mempermudah akses permodalan, pendampingan, dan sertifikasi bagi pelaku usaha baru. Menurutnya, sektor kuliner, pariwisata, dan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi lokomotif ekonomi Sumatera Barat jika dikelola dengan kolaborasi yang solid.
Suasana akrab pada pertemuan ini mencerminkan kultur pengusaha muda yang menekankan kebersamaan dan kerja sama lintas sektor. Bagi Levi, silaturahmi semacam ini penting untuk membangun kepercayaan dan memperluas peluang usaha bersama.
Ke depan, Levi berharap HIPMI Padang berperan sebagai inkubator kewirausahaan yang mampu membina pengusaha muda agar siap bersaing di tingkat nasional. “HIPMI harus menjadi wadah yang melahirkan generasi pengusaha tangguh. Sinergi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta adalah kunci,” tegasnya.
Levi menegaskan komitmennya menjadikan Padang kota yang ramah investasi dan produktif secara ekonomi. “Membangun Padang bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab moral para pengusaha muda. Lewat usaha dan kerja sama, kita bisa menciptakan perubahan nyata,” tutupnya.(des*)






