Jakarta – Ratusan warga pesisir Desa Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa dengan menutup total Jalur Pantura pada Jumat (7/11/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap lambatnya penanganan serta perbaikan tanggul penahan banjir rob di wilayah mereka.
Aksi blokade yang berlangsung hampir tiga jam itu menyebabkan kemacetan panjang, terutama di jalur dari arah Jakarta menuju Cirebon. Situasi sempat memanas ketika massa yang membentuk lingkaran besar di tengah jalan terlibat dorong-dorongan dengan aparat kepolisian yang berupaya membuka kembali akses lalu lintas.
Dalam unjuk rasa tersebut, warga membawa spanduk bernada protes dan berorasi di bawah terik matahari Pantura. Mereka menuntut Bupati Indramayu, Lucky Hakim, untuk segera memenuhi janjinya terkait penanganan banjir rob yang telah lama dikeluhkan masyarakat.
Koordinator aksi, Supriyanto, menyampaikan bahwa warga mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera memperbaiki tanggul-tanggul yang rusak akibat terjangan ombak besar.
“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banjir rob di daerah kami,” tegas Supriyanto.
Setelah menyampaikan tuntutannya, massa akhirnya membubarkan diri. Namun, mereka memberi peringatan keras bahwa aksi serupa akan kembali digelar jika Pemerintah Kabupaten Indramayu tidak segera menindaklanjuti perbaikan tanggul dan penanganan banjir rob yang sudah berlangsung bertahun-tahun.(des*)






