Waspada, Ini 4 Kelompok Orang yang Sebaiknya Tidak Makan Petai

Meski enak, ada kelompok yang tidak boleh makan petai.
Meski enak, ada kelompok yang tidak boleh makan petai.

JakartaPetai dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang memiliki cita rasa unik dan aroma khas yang kuat. Bagi sebagian orang, makanan ini menjadi pelengkap yang menggugah selera. Namun, tidak semua orang disarankan untuk mengonsumsinya karena kandungan tertentu dalam petai dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan kelompok tertentu.

Kandungan dan Manfaat Petai

Meski beraroma tajam, petai menyimpan berbagai zat gizi penting seperti karbohidrat, protein, serat, serta vitamin A, B6, dan C. Selain itu, biji berwarna hijau ini juga mengandung mineral seperti magnesium dan kalium yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Berkat komposisi nutrisinya, petai sering disebut memiliki sejumlah manfaat, di antaranya membantu menjaga kesehatan jantung, tulang, dan kulit, menjadi sumber energi, serta mendukung fungsi penglihatan.

Namun, di balik manfaat tersebut, ada beberapa kondisi medis yang membuat seseorang sebaiknya membatasi atau bahkan menghindari konsumsi petai.

Kelompok yang Sebaiknya Tidak Mengonsumsi Petai
1. Penderita Asam Urat

Bagi mereka yang memiliki kadar asam urat tinggi, petai bukanlah pilihan makanan yang ideal. Kandungan purin dalam petai tergolong tinggi, dan zat ini dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Jika dikonsumsi berlebihan, bisa memicu kambuhnya nyeri sendi atau pembengkakan yang disebabkan oleh gout.

2. Penderita Hiperkalemia

Petai mengandung kalium dalam jumlah cukup tinggi. Sementara itu, hiperkalemia merupakan kondisi ketika kadar kalium dalam darah sudah melebihi batas normal. Pada penderita kondisi ini, tambahan asupan kalium dari petai justru dapat memperparah keadaan dan berisiko menyebabkan gangguan irama jantung atau komplikasi serius lainnya.

3. Orang dengan Gangguan Pencernaan

Menurut Healthline, makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan dan polong-polongan dapat memperburuk gejala pada orang dengan gangguan pencernaan tertentu, termasuk irritable bowel syndrome (IBS). Meskipun serat baik untuk membantu buang air besar, jumlah berlebihan dapat memicu perut kembung, nyeri, atau rasa tidak nyaman pada individu dengan sistem pencernaan sensitif.

4. Penderita Penyakit Ginjal

Petai juga sebaiknya dihindari oleh mereka yang memiliki masalah pada fungsi ginjal. Kandungan kalium yang tinggi dalam petai dapat memperberat kerja ginjal yang sudah terganggu. Bila ginjal tidak mampu membuang kelebihan kalium, maka kadar mineral ini akan menumpuk dalam darah dan memicu hiperkalemia, yang berpotensi menyebabkan gangguan irama jantung hingga komplikasi berbahaya.

Kesimpulan

Petai memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tetapi tidak semua orang aman mengonsumsinya. Bagi penderita asam urat, gangguan ginjal, atau kondisi medis lain yang sensitif terhadap kalium dan serat tinggi, sebaiknya membatasi atau menghindari makanan ini. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan batas aman konsumsi petai sesuai kondisi tubuh masing-masing.(BY)