Padang – Hasil Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Komisi Informasi Sumbar Tahun Ini Catat Lonjakan Signifikan
Agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik yang digelar Komisi Informasi Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2025 menghadirkan hasil yang mengejutkan. Jumlah badan publik yang meraih predikat Informatif melonjak drastis menjadi 101, jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 29 badan publik.
Hal ini terungkap dalam rapat pleno Monev yang digelar Komisi Informasi Sumbar pada Rabu (22/10/2025). Rapat pleno bertujuan menetapkan tiga besar badan publik yang lolos ke tahap visitasi setelah melewati tahap presentasi. Kegiatan dihadiri lengkap oleh seluruh komisioner Komisi Informasi Sumbar, yaitu Musfi Yendra, Idham Fadhli, Mona Sisca, Riswandy, dan Tanti Endang Lestari.
Ketua Tim Monev, Mona Sisca, menjelaskan, dari total 427 badan publik yang mengikuti Monev, sebanyak 375 badan publik telah mendaftarkan akun di aplikasi e-Monev, dan 352 di antaranya menyelesaikan penilaian kuisioner. “Sebanyak 128 badan publik masuk tahap presentasi, dan hasil penilaian panelis menunjukkan 33 badan publik dari 11 kategori memperoleh nilai tertinggi dan akan lanjut ke tahap visitasi,” ungkap Mona Sisca.
Ia menambahkan, “Hingga tahap presentasi, sudah terdapat 101 badan publik yang dipastikan meraih predikat Informatif tahun ini.”
Lonjakan jumlah badan publik yang informatif mendapat apresiasi dari Ketua Komisi Informasi Sumbar, Musfi Yendra. Menurutnya, berbagai perubahan mekanisme dan metode Monev tahun ini membuat proses lebih mudah bagi badan publik untuk mencapai predikat Informatif.
“Komisi Informasi Sumbar berkomitmen meningkatkan kualitas Monev 2025 dengan metode yang lebih transparan dan inklusif. Hal ini mendorong badan publik untuk terus memperbaiki implementasi keterbukaan informasi di masing-masing lembaga, sesuai amanat UU KIP,” ujar Musfi.
Musfi juga menekankan pentingnya pemanfaatan masa sanggah yang sebelumnya tidak ada. “Badan publik dapat meninjau kembali jawaban dan memperbaiki pengisian kuisioner sehingga meminimalkan kesalahan,” tambahnya.
Ia menambahkan, “Hingga tahap ketiga pelaksanaan Monev ini, hasilnya sudah sangat signifikan. Tahap terakhir adalah visitasi ke 33 badan publik yang masuk tiga besar, yang akan dilakukan mulai 28 hingga 31 Oktober.”(des*)






