Puing Sekolah Jadi Saksi, Siswa SDN 30 Hadapi Ujian Tengah Semester

Kebakaran Hancurkan SDN 30
Kebakaran Hancurkan SDN 30

Padang Pariaman– Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 30 V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, tampak mengitari puing-puing bangunan sekolah mereka yang kini hanya tersisa arang dan reruntuhan.

Dengan langkah pelan, anak-anak itu menatap bekas ruang kelas yang setiap hari menjadi tempat mereka belajar dan bermain. Kini, ruangan yang dulu penuh tawa dan semangat belajar itu berubah menjadi puing dan debu.

Kesedihan jelas tergambar di wajah mereka, apalagi musibah ini datang menjelang ujian tengah semester yang seharusnya berlangsung pekan ini.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Jumat (17/10). Api diduga bermula dari salah satu ruang kelas, lalu dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan sekolah yang menaungi 46 siswa dan belasan guru.

“Kejadiannya begitu cepat. Kami hanya bisa melihat api membesar dan menghanguskan semua ruangan, termasuk seluruh perlengkapan di dalamnya,” tutur Syamsinar, salah satu guru kelas, Sabtu (18/10).

Tak ada yang tersisa—buku-buku pelajaran, dokumen penting sekolah, meja, kursi, hingga perlengkapan belajar lainnya kini hanya tinggal abu. Akibat kebakaran itu, seluruh kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara.

Meski duka masih terasa, para siswa tetap harus menghadapi ujian tengah semester yang dijadwalkan berlangsung Senin (20/10). Di tengah keterbatasan, semangat belajar mereka tak padam.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Padang Pariaman, Jimmy Herianto Putra, memastikan bahwa proses ujian tetap akan berlangsung. Melalui koordinasi dengan berbagai pihak, para siswa akan menumpang sementara di sekolah terdekat.

“Kita sudah siapkan mobil untuk mengantar siswa ke sekolah terdekat, lengkap dengan fasilitas penunjang agar ujian tetap bisa berjalan,” ujar Jimmy, Minggu (19/10).

Senin besok, anak-anak SDN 30 V Koto Kampung Dalam akan berangkat mengenakan seragam yang sama, namun menuju ruang ujian yang berbeda—dengan perasaan haru atas sekolah lama mereka yang telah lenyap dilalap api.

Namun bagi mereka, ini bukan akhir. Seperti yang disampaikan Jimmy, pemerintah daerah telah berjanji akan segera membangun kembali gedung sekolah tersebut.

“Insyaallah, sekolah ini akan segera dibangun kembali,” ujarnya optimistis.

Api memang bisa melahap bangunan, tapi semangat belajar anak-anak Sikucur takkan pernah padam. Dari abu kehancuran itu, tekad mereka justru tumbuh semakin kuat.(des*)