Program Nasional KKP Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM Pesisir

Nelayan pulang melaut.
Nelayan pulang melaut.

Padang Pariaman – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Program berskala nasional ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, mengentaskan kemiskinan, serta mempercepat pembangunan desa, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Pada 2026, pemerintah melalui KKP akan membangun 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya KKP RI, Trian Yunanda, saat meninjau lokasi tahap awal pembangunan di Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (15/10).

Kabupaten Padang Pariaman menjadi salah satu wilayah prioritas dengan alokasi dana sebesar Rp20 miliar dari APBN. Pekerjaan fisik ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan.

Pembangunan kampung nelayan ini meliputi beragam fasilitas pendukung, seperti:

Tempat ibadah

Sentra kuliner dan kios

Bale nelayan dan toilet umum

SPBU nelayan dan docking kapal

Tambatan perahu dan stasiun pendaratan ikan

Cool box, pabrik es portabel, dan gudang beku

Instalasi pengolahan air limbah

Fasilitas pascapanen dan tangki air

Selain pembangunan infrastruktur, KKP bersama Pemkab Padang Pariaman juga akan menggelar pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) bagi koperasi serta calon operator. Tujuannya agar seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Trian Yunanda mendorong pemerintah daerah lain untuk ikut aktif mengajukan usulan pembangunan kampung nelayan di wilayah masing-masing.
“Program ini berawal dari usulan kepala daerah. Semakin aktif pengusulan, semakin besar peluang pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di daerah tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui KKP. Ia meyakini program ini akan menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
“Letaknya strategis karena dekat dengan Bandara Internasional Minangkabau. Kami optimistis proyek ini akan membawa dampak positif bagi nelayan dan pelaku UMKM lokal,” tuturnya.(des*)