Bupati Padang Pariaman Nyatakan Katapiang Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Poros Ekonomi Biru Lumbung Sejahtera

Padang Pariaman – Ombak Katapiang menjadi saksi. Di tengah derasnya arus modernisasi dan ketimpangan ekonomi pesisir, Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis memilih berlayar melawan arus, membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai simbol kebangkitan nelayan lokal.

Bersama Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Trian Yunanda, ia turun langsung meninjau progres pembangunan di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Rabu (15/10/2025).

Tak sekadar kunjungan seremonial, langkah ini menandai babak baru bagi ekonomi pesisir Sumatera Barat. “Kampung Nelayan Merah Putih bukan proyek biasa. Ini gerakan perubahan, membangun pola pikir dan budaya kerja baru: nelayan yang mandiri, produktif, dan berdaulat,” tegas John Kenedy Azis.

Program KNMP Katapiang adalah proyek strategis nasional bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto: memperkuat kemandirian ekonomi desa dan kejayaan maritim Indonesia.

Dengan anggaran Rp13,7 miliar, proyek ini dikerjakan oleh PT Indopenta Bumi Permai, dirancang oleh PT Pilar Artha Nugraha, dan diawasi CV Aris Karya Konsultan berdasarkan Kontrak Nomor B.6064/DJPT.6/PI.420/PPK/IX/2025 tertanggal 19 September 2025.

Namun lebih dari itu, di balik angka dan beton, tersimpan nyawa baru bagi ribuan nelayan kecil yang selama ini terpinggirkan di tepian laut.
Bupati menyebut KNMP sebagai “pusat ekonomi baru pesisir,” yang memadukan penangkapan ikan, pengolahan, kuliner, wisata bahari, hingga pengembangan UMKM. Dari laut, oleh laut, untuk kesejahteraan rakyat laut.

Bupati John Kenedy tak lupa menyorot peran besar masyarakat adat Katapiang.Pucuk Adat Nagari Katapiang, B. RKY Rajo Sampono, menyerahkan 1,5 hektare lahan untuk pembangunan kawasan KNMP. Bukti nyata bahwa adat dan pemerintah masih bisa berjalan seiring.

“Kampung ini lahir dari gotong royong. Pemerintah, masyarakat, adat, dan perempuan pesisir, semua bergerak. Ini bukan proyek elite, tapi milik rakyat,” ujar John Kenedy Azis.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Cindy Monica Salsabila Setiawan, yang berjuang hingga proposal KNMP disetujui oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Fase pertama proyek mencakup pintu gerbang, mushala, pos jaga, bale nelayan, sentra kuliner, gudang beku, SPBUN, IPAL, hingga tambatan perahu. Infrastruktur lengkap untuk menopang aktivitas nelayan yang kini tidak hanya menjual ikan, tapi juga mengolah dan menaikkan nilai tambah hasil lautnya.

John Kenedy Azis berkomitmen menjadikan KNMP Katapiang sebagai prototipe untuk wilayah pesisir lain seperti di Ulakan, Sungai Limau, dan Batang Gasan. “Kalau bisa, semua pesisir Padang Pariaman punya kampung nelayan. Ini bukan sekadar target, tapi janji kepada rakyat pesisir,” ujarnya.

Kampung Nelayan Merah Putih menjadi bukti bahwa Padang Pariaman tak menunggu bantuan, tapi membangun kemandirian.

Bupati John Kenedy Azis berhasil mengubah pantai yang dulu sunyi menjadi pusat gerakan ekonomi biru. Sebuah revolusi dari pinggir laut, yang bisa mengguncang peta kemiskinan di wilayah pesisir.

Kini, bendera merah putih tak hanya berkibar di darat. Ia berkibar di perahu-perahu nelayan Katapiang, menjadi simbol tekad baru. Bahwa laut bukan lagi tempat bergantung, tapi arah menuju kemakmuran bangsa.(r-bay).