Solok – Polres Solok kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus “glamping maut” yang menewaskan Cindy Desta Nanda (28) saat sedang berbulan madu bersama suaminya, Gilang Kurniawan (28), di Glamping Lakeside Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Kapolres Solok, AKBP Agung Pranajaya, menjelaskan kasus ini telah ditarik dari Polsek ke Polres untuk penyelidikan lebih lanjut. Penyelidikan dilakukan bukan berdasarkan laporan polisi resmi, melainkan dari laporan informasi (LI).
“Korban tidak membuat laporan polisi, sehingga autopsi tidak dapat dilakukan. Meski begitu, penyelidikan tetap berjalan melalui laporan informasi,” ujar Agung, Senin (13/10/2025).
Agung menambahkan, meski autopsi tidak dilakukan, pihak kepolisian berusaha maksimal untuk mengungkap penyebab kematian korban. Salah satu acuan adalah hasil rekam medis dari suaminya yang selamat, yang dirawat di RSUD Solok.
“Hasil rekam medis dari rumah sakit belum kami terima. Penyebab kematian bisa ditelusuri dari rekam medis karena korban dan suaminya ditemukan di satu ruangan kamar mandi,” tegasnya.
Ia juga menyebut ada kendala karena suami korban belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan. Namun, penyidik terus melakukan langkah-langkah penyelidikan sesuai kemampuan.
Selain mencari penyebab kematian, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dari pengelola glamping. Jika terbukti, pengelola bisa dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
“Kasus ini sekarang ditangani bidang tindak pidana tertentu (tipidter) dan dapat dirujuk ke UU Perlindungan Konsumen jika ada unsur pidana,” jelas Agung.
38 Barang Bukti Disita
Agung menegaskan, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kematian dan masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk dugaan keracunan gas. Untuk itu, sejumlah barang bukti di kamar penginapan telah disita, termasuk 38 item seperti water heater dan tabung gas elpiji 12 kilogram.
“Kami belum bisa menyimpulkan. Semua harus berbasis fakta dan bukti yang ada,” kata Agung.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari pengelola penginapan, meski jumlah orang yang diperiksa tidak dirinci. Garis polisi masih terpasang di lokasi untuk menjaga integritas TKP.
“Anggota kami masih berada di lokasi untuk pendalaman penyelidikan. Kami terus menggali dan mengembangkan informasi di lapangan agar kasus ini ditangani secara profesional,” pungkas Agung.(des*)






