Padang, fajarharapan.id – Suasana penuh kebanggaan terasa di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat, Rabu (1/10/2025). Dua momentum penting berpadu dalam satu peringatan, yakni Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumbar. Acara tersebut menjadi pengingat bahwa nilai kebangsaan harus tetap menjadi pegangan utama di tengah derasnya arus perubahan zaman.
Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, hadir sebagai Inspektur Upacara. Dengan lantang, ia menyampaikan pesan kebangsaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang hadir, mulai dari Forkopimda, pimpinan OPD, jajaran kepolisian, hingga tokoh agama.
Dalam sambutannya, Mahyeldi menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar slogan, melainkan pedoman hidup yang mampu menjaga persatuan. “Ideologi ini harus terus kita wariskan. Jangan sampai bangsa kita goyah oleh paham asing seperti radikalisme, komunisme, maupun liberalisme ekstrem,” ucapnya.
Ia juga menyoroti ancaman yang kerap merusak generasi muda, yaitu narkotika. Menurutnya, narkoba telah menjadi musuh bersama yang mampu meruntuhkan moral dan menghancurkan masa depan anak bangsa. “Kalau kita abai, Sumatera Barat akan kehilangan generasi emasnya,” ujarnya tegas.

Pesan itu semakin bermakna ketika Mahyeldi mengaitkannya dengan keberhasilan Polda Sumatera Barat yang baru-baru ini menggagalkan peredaran sabu seberat 49 kilogram lebih. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa aparat penegak hukum tidak pernah lengah menjaga Ranah Minang.
Gubernur pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras aparat kepolisian. “Kami bangga dengan capaian luar biasa ini. Inilah wujud nyata komitmen menjaga masyarakat dari ancaman narkotika,” tutur Mahyeldi.
Sebagai penghargaan, sembilan personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar menerima piagam langsung dari Gubernur. Mereka berasal dari berbagai bidang, mulai dari pimpinan hingga anggota tim IT yang berperan penting dalam pengungkapan kasus besar tersebut.
Penghargaan itu menjadi simbol bahwa perjuangan memberantas narkoba tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus dibangun melalui sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. “Hanya dengan persatuan, kita bisa melindungi generasi muda dari kehancuran moral,” lanjut Mahyeldi.
Selain itu, momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi refleksi bersama untuk melihat kembali perjalanan panjang Sumatera Barat. Di usia ke-80 tahun, Sumbar terus berupaya mewujudkan pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan budaya.
Bagi pemerintah daerah, peringatan ini adalah ajang untuk menegaskan kembali bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan karakter bangsa. “Kita ingin membangun Sumbar yang maju, namun tetap berakar pada nilai Pancasila,” tegas Gubernur.
Suasana upacara pun semakin bermakna dengan kehadiran tokoh masyarakat dan generasi muda. Kehadiran mereka memberi sinyal bahwa semangat persatuan tidak hanya milik pemerintah, tetapi harus dihidupi oleh seluruh lapisan masyarakat.
Peringatan ini juga menjadi ajakan moral bagi generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap, berperilaku, dan membangun cita-cita. Dengan begitu, Sumbar bisa melahirkan generasi yang berkarakter kuat, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
Acara berakhir dengan penuh harapan. Semangat Pancasila dan HUT ke-80 Provinsi Sumbar menjadi pijakan kuat untuk melangkah ke masa depan. Sebuah masa depan di mana Ranah Minang tidak hanya dikenal sebagai pusat budaya dan pendidikan, tetapi juga sebagai daerah yang kokoh menjaga moral, persatuan, dan keberlanjutan pembangunan.(adpsb/adv/nov)






