Cabai Merah Tembus Rp100 Ribu, Daya Beli Masyarakat Menurun

Pedagang cabai di pasar Pariaman
Pedagang cabai di pasar Pariaman

PariamanHarga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Pariaman dalam sebulan terakhir mengalami gejolak cukup tajam. Beberapa komoditas utama, terutama cabai merah keriting dan bawang merah, tercatat mengalami fluktuasi harga yang cukup signifikan.

Kondisi ini menimbulkan dilema bagi pedagang maupun konsumen, terutama pelaku usaha makanan yang sangat bergantung pada kestabilan harga bahan baku.

Rini (45), salah seorang pedagang di Pasar Rakyat Pariaman, mengungkapkan bahwa hampir semua bahan pokok mengalami kenaikan, namun cabai merah menjadi yang paling mencolok.
“Bawang merah bulan lalu sempat tembus Rp60 ribu per kilogram, sekarang sudah turun ke Rp30 ribu. Sementara cabai merah keriting sempat menyentuh Rp100 ribu per kilogram, dan hingga hari ini harganya masih naik-turun. Sekarang ada di kisaran Rp70 ribu per kilogram,” ujar Rini, Rabu (1/10).

Menurutnya, kondisi tersebut berimbas langsung pada daya beli masyarakat. “Kalau harga tinggi, otomatis penjualan menurun karena orang beli sedikit,” tambahnya.

Hal serupa dirasakan Incim, pedagang makanan olahan di Kota Pariaman. Ia mengaku cukup tertekan dengan kenaikan harga bahan baku yang tidak menentu.
“Semua bahan kemarin naik. Saya berjualan makanan, tidak mungkin menaikkan harga atau mengurangi kualitas rasa. Akibatnya, keuntungan jadi sangat tipis, bahkan bisa merugi kalau sepi pembeli,” jelasnya.

Incim menilai faktor cuaca, musim, hingga pasokan dari daerah lain turut memengaruhi kenaikan harga tersebut. Para pedagang dan konsumen pun berharap harga kebutuhan pokok bisa segera stabil, agar roda ekonomi masyarakat kecil tetap berjalan lancar tanpa beban berat.(des*)