Kalteng, fajarharapan.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) memastikan penyaluran perlengkapan untuk program digitalisasi pembelajaran telah tuntas 100 persen di seluruh wilayah. Hal ini ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat berada di Sampit, Sabtu (20/9/2025).
“Alhamdulillah, untuk digitalisasi pembelajaran sudah tersalur 100 persen. Diharapkan ke depan tidak ada lagi kesenjangan antara pendidikan di pedesaan dan perkotaan karena gurunya bisa dari mana saja,” ujar Reza.
Program digitalisasi pembelajaran ini merupakan inisiatif Pemprov Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran. Kehadiran program ini menjadi langkah konkret dalam memanfaatkan transformasi digital demi meningkatkan mutu pendidikan.
Sebagai pendukung, Disdik Kalteng telah mendistribusikan papan tulis interaktif, panel surya, hingga perangkat internet satelit Starlink khusus untuk sekolah-sekolah di wilayah blank spot. Langkah ini diharapkan mampu menjawab keterbatasan jaringan di sejumlah daerah.
Meski distribusi sudah selesai, Reza menegaskan implementasi program akan berjalan secara bertahap. “Adapun untuk penerapannya tentu butuh waktu dan penyesuaian sesuai kondisi sekolah masing-masing. Namun yang jelas, kami tidak akan menyerah dengan waktu dan proses itu,” tambahnya.
Tak hanya itu, Pemprov Kalteng melalui Disdik juga meluncurkan Aplikasi Huma Betang yang berisi kelas digital. Aplikasi ini didesain untuk mempersempit jurang perbedaan kualitas pendidikan antara sekolah di perkotaan dan pedesaan, karena memungkinkan guru mengajar dari mana saja dan untuk siapa saja.
Reza mencontohkan, di SMAN 1 Sampit ada seorang alumni yang kini kuliah di Universitas Tanjungpura, Pontianak, membagikan pengalaman akademisnya secara daring kepada adik kelasnya. Menurutnya, ini menjadi salah satu bentuk nyata manfaat digitalisasi.
Pada kesempatan berbeda, saat Gubernur Agustiar Sabran melakukan kunjungan kerja ke SMAN 1 Sampit, berlangsung pula pembelajaran hybrid dengan SMAN 3 Sampit. Hal ini memperlihatkan potensi besar penggunaan teknologi dalam memperluas akses pendidikan.
“Contoh ini merupakan terobosan nyata memanfaatkan digitalisasi. Jarak dan waktu tidak lagi menjadi hambatan untuk memajukan pendidikan di Kalimantan Tengah,” tegas Reza.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus menyempurnakan program ini agar benar-benar efektif menjawab tantangan pendidikan di era digital.(Av/M)






