Sampit, fajarharapan.id – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor mengumumkan bahwa sedikitnya lima Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayahnya sudah mulai menjalankan kegiatan usaha. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Kalimantan Tengah agar seluruh daerah mengaktifkan tiga hingga lima koperasi setiap bulan hingga akhir tahun 2025.
“Terdapat 185 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kotim yang tersebar di 17 kelurahan dan 168 desa. Dari jumlah itu, sementara ini sudah ada lima koperasi yang mulai aktif melaksanakan usaha,” kata Halikinnor di Sampit, Senin (22/9/2025).
Adapun lima koperasi yang telah beroperasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Karang Tunggal di Kecamatan Parenggean, Koperasi Kelurahan Merah Putih Kota Besi Hulu di Kecamatan Kota Besi, Koperasi Desa Merah Putih Telaga Baru, Koperasi Kelurahan Merah Putih Mentawa Baru Hilir di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, serta Koperasi Desa Merah Putih Rantau Tampang di Kecamatan Telaga Antang.
Halikinnor menjelaskan, mayoritas koperasi tersebut memilih bidang usaha gerai sembako. Menurutnya, pilihan ini wajar mengingat sembako merupakan kebutuhan pokok yang paling dicari masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh Koperasi Merah Putih di Kotim telah memiliki kantor sendiri dengan memanfaatkan bangunan yang dipinjamkan oleh pemerintah desa atau kelurahan setempat. Hingga kini, 92 koperasi juga sudah tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan (Simkopdes).
Namun, Halikinnor mengakui bahwa hingga saat ini belum ada koperasi yang mengajukan pinjaman ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Menurutnya, hal ini terjadi karena masih kurangnya pemahaman pengurus terkait mekanisme pengajuan pinjaman.
“Oleh karena itu, kami berencana menggelar sosialisasi terkait Simkopdes kepada para pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Koperasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Koperasi Merah Putih merupakan langkah strategis dalam membangkitkan kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa. Pemerintah, kata Halikinnor, hadir bukan hanya sebagai fasilitator, tetapi juga penggerak yang membuka akses, memutus ketergantungan, dan memperkuat ekonomi rakyat.
Pemkab Kotim, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap percepatan operasional koperasi melalui pendampingan serta penguatan unit-unit usaha. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendukung agar koperasi ini benar-benar menjadi sarana kebangkitan ekonomi rakyat,” pungkasnya.(Av/M)






