Sampit, fajarharapan.id – Ribuan masyarakat tumpah ruah di jalanan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Sabtu (28/9/2025), saat lebih dari seribu peserta mengikuti Pawai Taaruf. Pawai ini menjadi rangkaian pembuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-56 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat kabupaten yang tahun ini dipusatkan di Kecamatan Baamang.
Wakil Bupati Kotim, Irawati, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa syukur sekaligus kebahagiaannya. Menurutnya, Pawai Taaruf bukan hanya tradisi seremonial, melainkan juga momentum memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan kebersamaan antarwarga. “Alhamdulillah, tahun ini Pawai Taaruf kembali kita gelar. Semoga kegiatan ini menjadi pemersatu masyarakat sekaligus penyemangat dalam menyukseskan MTQ dan FSQ,” ujar Irawati.
Peserta pawai merupakan kafilah dari 17 kecamatan di Kotim. Mereka menampilkan kirab sejauh dua kilometer melewati kawasan Terowongan Nur Mentaya di Jalan Tjilik Riwut Sampit. Sepanjang rute, warga menyambut dengan antusias, menyaksikan rombongan yang mengenakan busana Islami bernuansa religi dan menampilkan beragam kreasi.
Kemeriahan kian terasa dengan kehadiran drumband pelajar yang mengiringi setiap langkah kafilah dari start hingga finis. Kehadiran mereka menambah semarak sekaligus menunjukkan keterlibatan generasi muda dalam mendukung syiar Islam di Kotim. Tak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut lewat gawai mereka, sehingga suasana terasa seperti pesta rakyat.
Wabup Irawati menegaskan, MTQ dan FSQ bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan juga sarana memperkokoh nilai-nilai keagamaan, membangun ukhuwah Islamiyah, dan memperkuat identitas daerah. Ia berharap ajang ini dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an serta melahirkan qori dan qoriah terbaik yang bisa mengharumkan nama Kotim hingga tingkat provinsi bahkan nasional.
“Kami ingin MTQ dan FSQ menjadi media syiar Islam sekaligus wadah kreativitas. Kita dorong generasi muda untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan seni bernuansa religi, agar nilai-nilai keagamaan semakin kokoh dalam kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Baamang sekaligus Ketua Panitia MTQ ke-56 dan FSQ Kotim 2025, Sufiansyah, mengaku bangga atas suksesnya Pawai Taaruf. Menurutnya, pawai ini bukan sekadar parade, tetapi juga simbol kesiapan para kafilah untuk berpartisipasi dalam perhelatan tahunan yang sangat ditunggu umat Muslim di Kotim.
“Alhamdulillah, kami bersyukur antusiasme peserta begitu besar. Kehadiran kafilah dari seluruh kecamatan menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dalam menjunjung tinggi syiar Islam,” ujar Sufiansyah.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa ajang MTQ ke-56 dan FSQ tahun ini akan diikuti lebih dari 800 peserta dari 17 kecamatan. Khusus tuan rumah, Kecamatan Baamang, menurunkan 75 peserta yang siap berlaga di berbagai cabang lomba. Panitia memastikan seluruh persiapan teknis maupun nonteknis telah dilakukan dengan maksimal.
“Sebagai tuan rumah, kami ingin memberikan yang terbaik. Semua sarana dan prasarana sudah kami siapkan agar peserta merasa nyaman. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan kesan mendalam bagi semua pihak yang terlibat,” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh masyarakat, Pawai Taaruf yang membuka MTQ ke-56 dan FSQ Kotim 2025 menjadi awal yang indah. Diharapkan rangkaian kegiatan selanjutnya juga berjalan sukses, serta mampu menjadi wadah pembinaan generasi Qur’ani di Kotim yang siap bersaing di ajang lebih tinggi.(Av/M)






