Jakarta, fajarharapan.id – Ketua Komite III DPD RI Hasan Basri, mengutuk keras aksi penodaan Al Quran atau pembakaran kitab suci umat Islam oleh seorang pria di ibu kota Swedia.
Sebagaimana diketahui, aksi pembakaran Alquran dan merobek Al Quran dilakukan oleh Salwan Momika, seorang warga Irak berusia 37 tahun yang melarikan diri ke Swedia beberapa tahun lalu.
Aksi pembakaran Alquran itu dilakukan pada hari Kamis saat umat Islam merayakan hari raya Idul Adha.
Atas aksi pembakaran Al Quran yang di lakukan di luar Masjid Pusat Stockholm itu, memicu kecaman dunia Internasional.
“Kami mengecam keras aksi provokatif pembakaran Al Quran oleh seorang warga negara Swedia di depan Mesjid Raya Södermalm, Stockholm saat Hari Raya Idul Adha,” kata Hasan Basri RI saat ditemui awak media masa, (7/7/2023)
”Tindakan ini sangat mencederai perasaan umat Muslim dan tidak bisa dibenarkan.” Lanjut Hasan Basri.
Menurut Senator Hasan Basri, Kebebasan berekspresi harus pula menghormati nilai dan kepercayaan agama lain.
“Aksi pembakaran Al-Quran di Swedia sudah kesekian kali terjadi. Ini menunjukkan Pemerintah Swedia belum serius membuat kebijakan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” kata Hasan Basri.
Menurut ia, Pemerintah Indonesia perlu memberi tekanan yang lebih kuat kepada pemerintah Swedia agar tidak meremehkan persoalan tersebut.






