Padang – Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) mendorong hilirisasi tanaman gambir untuk mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah ini. Usulan tersebut disampaikan langsung Gubernur Sumbar Mahyeldi kepada Kementerian Pertanian.
Mahyeldi menekankan pentingnya pengembangan hilirisasi gambir karena Indonesia menjadi pemasok utama gambir di dunia, dengan 80–90 persen ekspornya berasal dari Sumbar. “Saya sudah mengusulkan hilirisasi gambir kepada Menteri Pertanian beberapa waktu lalu,” ujarnya di Padang, Sabtu. Selain India, gambir Indonesia juga diekspor ke Jepang, Pakistan, Filipina, Bangladesh, Malaysia, dan sejumlah negara di Eropa.
Gubernur Mahyeldi berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus pada komoditas ini, terutama dalam memperkuat sektor hilir. Menurutnya, langkah hilirisasi sejalan dengan poin kelima program Asta Cita Presiden, yakni mendorong industrialisasi dan pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.
“Hilirisasi juga penting untuk menghadapi fluktuasi harga di pasar global. Dengan demikian, petani tidak hanya bergantung pada pasar internasional, tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan domestik,” kata Mahyeldi. Ia juga menyoroti keberhasilan Universitas Andalas (UNAND) mengembangkan tinta dari ekstrak gambir yang digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilu 2024 sebagai contoh nyata penerapan hilirisasi.
“Keberhasilan UNAND ini menjadi modal penting untuk mendorong hilirisasi gambir secara nasional,” tutupnya.(des*)






